alexametrics

849 Hektare Area Persawahan di Lebak Rusak Akibat Banjir Bandang dan Longsor

loading...
849 Hektare Area Persawahan di Lebak Rusak Akibat Banjir Bandang dan Longsor
Dinas Pertanian Provinsi Banten mencatat ada sekitar 849 hektare area persawahan terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
LEBAK - Dinas Pertanian Provinsi Banten mencatat ada sekitar 849 hektare area persawahan terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak. 450 hektare area persawahan di antaranya mengalami kerusakan total.

"Data yang kami dapat dari lapangan juga kordinasi dengan dinas pertanian Kabupaten Lebak, sawah yang rusak 849 hektare dan yang betul-betul total rusak sekitar 450 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian M Agus Tauhid kepada wartawan, Sabtu (11/1/2020).

Agus mengatakan, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat menerima kunjungan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta bantuan percepatan untuk perbaikan area persawahan yang terdampak.



"Salah satu permohonan yang disampaikan Ibu Iti adalah bantuan alat berat seperti trakator dan sebagainya. Tentunya merupakan prioritas utama dari pusat dan juga provinsi untuk perbaikan," ujar Agus.

Selain itu, Pemprov Banten akan memberikan bantuan benih kepada para petani agar kembali bercocok tanam pasca banjir dan longsor menerjang enam kecamatan di Lebak. Padahal, kata Agus, program perlindungan kepada para peternak sudah disosialisasikan di daerah-daerah rawan bencana.

"AUTSK (asuransi usaha ternak sapi dan kerbau) preminya Rp46.000, mereka mendapatkan klaim satu ekor Rp10 juta. Kalau yang tidak mendapatkan AUTSK akan kami siapkan skema bantuan bersama pemerintah pusat," jelasnya.

Selain hewan ternak, para petani juga sudah ada program asuransi usaha tani padi yang memberikan jaminan jika mengalami gagal panen maupun rusak karena bencana. "Sama dengan padi bantuan AUTP asuransi usaha tanaman padi, satu hektare preminya itu per musim Rp36.000, gagal panen, longsor, banjir satu hektare Rp6 juta per musim," tandasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak