alexametrics

Antre Perpanjang SIM, Siswanto Meninggal Mendadak di Polres Grobogan

loading...
Antre Perpanjang SIM, Siswanto Meninggal Mendadak di Polres Grobogan
Seorang pria ditemukan tak bernyawa di depan gedung SIM Satuan Lalu Lintas Polres Grobogan Jawa Tengah. iNewsTV/Taufik Budi
A+ A-
GROBOGAN - Seorang pria ditemukan tak bernyawa di depan gedung SIM Satuan Lalu Lintas Polres Grobogan Jawa Tengah. Korban diduga terkena serangan jantung setelah mengantre saat mengurus perpanjangan SIM, hingga mendadak jatuh ke lantai.

Korban diketahui bernama Siswanto (48), warga Desa Depok Utara, RT 2/1, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Peristiwa bermula saat korban selesai perpanjangan SIM C dan SIM A kemudian keluar gedung, Selasa (7/1/2020) pukul 11.00 WIB.

"Dia berdiri bersandar di tiang depan pintu masuk gedung SIM. Kemudian korban terjatuh di lantai dan ditolong oleh para saksi di lokasi kejadian," kata Kabag Ops Polres Grobogan, Kompol Sutomo.



Petugas Klinik Kesehatan Polres Grobogan juga mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi korban. Namun kondisi korban terus memburuk, hingga langsung dibawa ke RSUD Purwodadi agar segera mendapatkan penanganan medis yang lebih baik.

"Dalam perjalanan korban meninggal dunia. Setelah dilalukan pemeriksaan fisik oleh dokter piket UGD RSUD Purwodadi, Inafis Polres Grobogan didampingi Kanit Reskrim dan anggota Polsek Purwodadi dengan hasil tidak ditemukan tanda bekas kekerasan dan penganiayaan," terangnya.

Polisi juga menemukan dua butir obat di kantong pakaian korban yang disebut sebagai obat sakit jantung. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Di kantong korban ditemukan dua butir tablet Isosorbidre Dinitrate, yang menurut dokter merupakan obat sakit jantung. Dari hasil pemeriksaan visum dan ditemukan obat tersebut diduga korban meninggal karena serangan jantung," pungkasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak