Pemprov Maluku Bisa Jadi Contoh Penanganan COVID-19
Minggu, 30 Agustus 2020 - 03:02 WIB
loading...
Provinsi Maluku dinilai bisa menjadi rujukan bagi provinsi lain di Indonesia dalam penanganan COVID-19. FOTO Ilustrasi : DOK SINDOnews
A
A
A
DEPOK - Provinsi Maluku dinilai bisa menjadi rujukan bagi provinsi lain di Indonesia dalam penanganan COVID-19. Program Desa Tangguh Bencana menjadi salah satu satu cara dalam melawan pandemi global ini.
“Pemerintah Provinsi Maluku bisa menjadi rujukan dan contoh bagi provinsi lain di Indonesia dalam penanganan COVID-19. BNPB melalui program Desa Tangguh Bencana telah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu, namun berkaitan dengan COVID-19 agar dapat lebih disosialisasikan lagi,” terang Kepala Pusdiklat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , Berton Panjaitan dalam acara Pentahelix Kepemimpinan Maluku Lawan COVID-19 seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima SINDOnews Minggu (30/8/2020).
Selain Berton, acara yang digelar secara daring pada Jumat (28/8/2020) ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua Pusat Kajian Kebencanaan Universitas Indonesia Prof Fatma Lestari dan Rektor Unversitas Pattimura Ambon Prof Marthinus J Saptenno.
Dalam kesempatan itu Ketua Pusat Kajian Kebencanaan UI Prof Fatma Lestari mengapresiasi langkah Pemprov Maluku yang mengandeng berbagai pihak mulai suku, agama hingga ratusan raja dalam menangani COVID-19.
“Kami menghargai kerjasama dari Pemerintah Provinsi Maluku dengan berbagai keberagaman suku, agama dan ratusan raja dengan kearifan lokal masyarakat Maluku, kekayaan budaya gotong-royong dengan pendekatan pentahelix,” terangnya.
“Pemerintah Provinsi Maluku bisa menjadi rujukan dan contoh bagi provinsi lain di Indonesia dalam penanganan COVID-19. BNPB melalui program Desa Tangguh Bencana telah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu, namun berkaitan dengan COVID-19 agar dapat lebih disosialisasikan lagi,” terang Kepala Pusdiklat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , Berton Panjaitan dalam acara Pentahelix Kepemimpinan Maluku Lawan COVID-19 seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima SINDOnews Minggu (30/8/2020).
Selain Berton, acara yang digelar secara daring pada Jumat (28/8/2020) ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua Pusat Kajian Kebencanaan Universitas Indonesia Prof Fatma Lestari dan Rektor Unversitas Pattimura Ambon Prof Marthinus J Saptenno.
Dalam kesempatan itu Ketua Pusat Kajian Kebencanaan UI Prof Fatma Lestari mengapresiasi langkah Pemprov Maluku yang mengandeng berbagai pihak mulai suku, agama hingga ratusan raja dalam menangani COVID-19.
“Kami menghargai kerjasama dari Pemerintah Provinsi Maluku dengan berbagai keberagaman suku, agama dan ratusan raja dengan kearifan lokal masyarakat Maluku, kekayaan budaya gotong-royong dengan pendekatan pentahelix,” terangnya.
Lihat Juga :