alexametrics

Izin Menunggu Durian, Warga Lahat Tewas Diterkam Harimau

loading...
Izin Menunggu Durian, Warga Lahat Tewas Diterkam Harimau
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
LAHAT - Kembali ditemukan potongan tubuh manusia yang sudah tidak lengkap di area perkebunan kopi tepatnya di Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, Minggu 22 Desember 2019. Diduga potongan tubuh ini merupakan korban dari keganasan hewan buas Harimau Sumatera.

Informasi yang diperoleh, potongan tubuh manusia ini diketahui bernama Suwandi (57), warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat. Korban sendiri, pamit satu minggu sebelum ditemukan, untuk menunggu kebun durian miliknya.

Jepri, warga setempat menjelaskan, korban pertama kali ditemukan anak kandungnya yang saat itu berkunjung ke pondok yang ditempati korban untuk mengantar bahan makanan.



"Yang pertama kali menemukan korban adalah Volta anak kandung korban yang saat itu ke kebun untuk mengantarkan bahan makanan. Korban ditemukan dengan kondisi yang cukup mengenaskan sekitar jam 12 siang," katanya di Lahat, Sumatera Selatan, Senin (23/12/2019).

Sedangkan, Rahmat (47) adik ipar korban menjelaskan saat ditemukan tubuh korban sudah terpisah-pisah. Dijelaskannya yang pertama kali ditemukan paha kiri korban.

"Kami melakukan pencarian berlima awalnya ke kebun kakak, bersama Volta kami menemukan pertama kali paha kiri dan potongan selanjutnya adalah kepala korban berjarak sekitar 40 meter," terangnya.

Ditambahkan Rahmat, dirinya menyakini yang menyerang kakaknya adalah harimau. Karena jejak kaki hewan buas tersebut berada di sekitar lokasi ditemukan korban. Dirinya berharap pemerintah cepat tanggap atas kejadian ini.

"Kami meyakini ini harimau, tinjak kaki kami temukan pada saat kami mencari korban. Kami berharap pemerintah tanggap jangan sampai ada korban selanjutnya," imbuhnya.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak