Berkunjung ke YMMI, Jumhur Puji FSP LEM SPSI

Jum'at, 11 Oktober 2024 - 19:20 WIB
loading...
Berkunjung ke YMMI,...
Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Pembaruan Jumhur Hidayat berkunjung ke Sekretariat Serikat Pekerja Yamaha Musik Manufaktur (YMMI). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Pembaruan Jumhur Hidayat berkunjung ke Sekretariat Serikat Pekerja Yamaha Musik Manufaktur (YMMI) yang dipimpin Gora Alfred FM tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) di Kawasan Industri Pulogadung, Kamis (10/10/2024). Kedatangannya memenuhi undangan Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja YMMI.

Dalam pertemuan itu, Jumhur mengaku bahagia mendengar laporan bahwa sekitar 1.400 pekerja di YMMI adalah pekerja tetap atau permanen. Dia juga memuji organisasi FSP LEM SPSI yang dipimpin Ketua Umum Arif Minardi.

Jumhur berpendapat, kaderisasi organisasi kepada satuan terkecil di tingkat pabrik sudah berjalan dengan baik, sehingga mereka memahami substansi hubungan industrial saat berdialog dengan manajemen.

Baca juga: Jumhur, Syahganda, dan Rocky Gerung Gagas Diskusi Tanah untuk Rakyat



“Dengan memahami hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan maka akhirnya dicapai kesepakatan-kesepatakan yang saling menguntungkan baik bagi pengusaha maupun pekerja. Jadi tidak benar kalau tuntutan buruh itu adalah asal bunyi, karena mereka punya argumen yang baik,” jelas Jumhur.

Jumhur juga menemui manajemen yang diwakli oleh Direktur SDM Chilmar. Saat berdialog, Jumhur mengucapkan terima kasih kepada Chilmar mewakili manajemen YMMI yang telah memperlakukan pekerja dengan baik, harmonis, dan tidak ada lagi pekerja kontrak atau outsourcing yang sembrono, sehingga menjadi momok besar bagi gerakan buruh Indonesia.

“Pada keadaan tertentu memang boleh saja diadakan pekerja kontrak atau outsourcing misalnya untuk pekerjaan yang sifatnya sementara, bukan pekerjaan inti atau untuk pengembangan usaha atau divisi baru yang belum jelas keberhasilannya. Tapi kalau sembrono dan pukul rata untuk semua pekerjaan ini jelas pelanggaran kemanusiaan,” pungkas Jumhur.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Rekomendasi
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved