alexametrics

Cegah Teroris, Bupati Jayapura Imbau Warga lebih Peka

loading...
Cegah Teroris, Bupati Jayapura Imbau Warga lebih Peka
Rapat Fokopimda yang dilaksakan guna menyikapi situasi terkini di Kabupaten Jayapura.
A+ A-
SENTANI - Menyikapi situasi pasca tertangkapnya sejumlah warga terduga teroris, Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw menghimbau kepada seluruh warga masyarakat agar lebih peka dalam menjaga lingkungan masing-masing.

“Kita himbau kepada seluruh warga masyarakat terhadap setiap orang baru, kalau belum kenal dapat langsung menghubungi RT/RW supaya identasnya dapat diketahui. Kita harus lebih peka dalam komunikasi dalam menjaga setiap penduduk yang keluar masuk di lingkungan kita,” ujar Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw di Sentani ahir pekan kemarin.

Terkait itu, pemerintah Kabupaten Jayapura juga telah mengambil langkah cepat dengan melakukan pendataan ketat melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk dapat mengidentifikasi semua warga yang ada di Kabupaten Jayapura.



“Tim sudah mulai bekerja sekarang dan di Januari kami akan mulai melakukan gerakan besar-besaran, kami berharap dengan upaya ini dapat menyisir semua warga masyarakat,” terang Awoitauw.

Dikatakan melalui pendataan yang ketat nanti akan memastikan bahwa berapa jumlah warga masyarakat yang melakukan aktivitas keluar masuk di Kabuaten Jayapura, termasuk berapa jumlah orang asli Papua yang pindah dan menetap.

Di samping itu, kata dia, dengan upaya yang dilakukan itu maka semua oraganisasi dan paguyuban yang ada di Kabupaten Jayapura juga akan dikerahkan untuk memastikan Kabupaten Jayapura aman dari teroris.

“Kita akan lakukan pertemuan bersama Forkominda untuk bersama-sama melihat situasi ini, namun kita juga berharap masyarakat juga ikut berperan aktif dalam pencegahan ini.” harap Bupati Jayapura.
(atk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak