alexametrics

Devil Tears Mulai Dirilik Investor

loading...
Devil Tears Mulai Dirilik Investor
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta kedatangan investor Hejiafa dari Semarang yang ingin berinvestasi membuat restoran di sepanjang objek wisata Devil Tear's.
A+ A-
KLUNGKUNG - Bentangan lautan biru dan deburan ombak yang menghempas tebing-tebing yang ada di Pantai Batu Belek (Devil Tears) di Nusa Lembongan mulai banyak dirilik para investor. Kali ini kedatangan investor Hejiafa dari Semarang yang ingin berinvestasi membuat restoran di sepanjang objek wisata Devil Tear's diterima langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di Ruang Kerjanya. Kamis, (12/12/2019).

Sebelumnya Pemkab Klungkung juga membuat perencanaan dengan konsep pengadaan fasilitas parkir, tulisan landmark, tempat retribusi, Main Gate masuk menuju are Divil Tear's, fasilitas Jogging Track, area Spot Selfie, area Kios/Foodcourt dan fasilitas Restroom/Toilet.

Bupati suwirta menyambut baik investor yang ingin berinvestasi. Selama ini wisatawan yang datang ke pantai Devil Tears cuma singgah menikmati deburan ombak dan kembali pulang. "Ini kebetulan mereka serius, kita ingin parawisatawan yang datang ke pantai ini bisa memberikan pendapatan lebih dan outcome kepada masyarakat di sana. Dengan menginap, makan, lancong, berharap wisatawan ini memberikan kontribusi pendapatan kepada kita," ujar Bupati Suwirta.



Bupati menambahkan kedepannya harus cepat berani melangkah untuk menginvestasi di daerah dan mempersiapkan lapangan pekerjaan. "Semoga semua rencana pembangunan ini terealisasi sesuai dengan harapan kita semua, menuju Klungkung yang unggul dan sejahtera," imbuhnya.

Sementara itu investor dari Semarang, Hejiafa mengaku sangat tertarik akan keindahan alam di Nusa Lembongan khususnya di Pantai Devil Tears. Pihaknya akan berencana membuat restoran dan tempat peristirahatan disepanjang pantai.
(alf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak