GPMI Minta Audit Transparansi Lembaga Amil Zakat

Jum'at, 04 Oktober 2024 - 18:57 WIB
loading...
GPMI Minta Audit Transparansi...
Gerakan Pemuda Mahasiswa Indonesia (GPMI) menggelar aksi di Kantor Pusat Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Gerakan Pemuda Mahasiswa Indonesia (GPMI) menggelar aksi di Kantor Pusat Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2024). Dalam unjuk rasa tersebut, GPMI meminta peninjauan kembali atas transparansi laporan keuangan lembaga amil zakat .

Perwakilan GPMI menyampaikan keprihatinannya mengenai potensi manipulasi dalam audit keuangan lembaga tersebut.“Kami menduga bahwa ada kepentingan dari lembaga atau instansi yang dapat mengatur hasil audit demi kepentingan tertentu,” ujar salah satu perwakilan GPMI dalam orasinya.

GPMI juga menyoroti perlunya tindak lanjut yang lebih tegas terhadap temuan audit, terutama yang berkaitan dengan kepatuhan syariah. Mereka mendesak Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan dana umat di lembaga amil zakat.

Baca juga: Kemenag Bagikan Pengalaman Filantropi Indonesia dalam G20 Interfaith Forum di Brazil

Menanggapi aksi tersebut, General Manager Corporate Secretary Dompet Dhuafa, Dian Mulyadi mengatakan, aksi massa yang berlangsung adalah tanpa izin dan tuntutan yang disampaikan tidak memiliki dasar yang kuat. “Kami menghargai aspirasi masyarakat, tetapi kami telah transparan dalam semua laporan kami,” ujar Dian.

Baca juga: Kemenag RI Apresiasi Kinerja UPZ BAZNAS dalam Tingkatkan Kesejahteraan Umat

Dian menekankan Dompet Dhuafa telah menjalani audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang hasilnya dapat diakses publik melalui situs resmi mereka. Selain itu, lembaga ini juga diaudit oleh Kemenag setiap dua tahun dan Baznas setiap tahun, untuk memastikan penggunaan dan pengelolaan dana yang tepat.

“Kami berkomitmen untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, dan semua hasil audit independen kami dapat diakses oleh masyarakat,” kata Dian.

Dia juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap potensi pendanaan terorisme. Setiap donasi yang diterima dilengkapi dengan pernyataan bahwa dana tersebut halal dan tidak terlibat dalam kegiatan ilegal. “Kami telah menerapkan langkah-langkah ketat untuk memastikan bahwa semua dana yang masuk aman dan transparan,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Perkuat Rantai Ekonomi...
Perkuat Rantai Ekonomi Kerakyatan, Holding BUMN Danareksa Salurkan Kurban untuk 3.800 Keluarga
Rekomendasi
Babak Pertama: Gol Ole...
Babak Pertama: Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Ungguli Mozambik
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Lewis Hamilton Ubah...
Lewis Hamilton Ubah Segalanya F1 dengan Budaya Lowrider
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved