Adu Kuat Slogan Ridwan Kamil-Suswono dan Pramono-Rano Versi Charta Politika
Kamis, 03 Oktober 2024 - 20:13 WIB
loading...
Slogan Jakarta Menyala milik paslon nomor urut 3 Pramono-Rano lebih melekat di telinga masyarakat dibandingkan slogan Jakarta Baru milik Ridwan Kamil-Suswono. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Lembaga survei Charta Politika merilis hasil survei elektabilitas calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta. Dalam temuan di survei terbarunya, slogan Jakarta Menyala milik paslon nomor urut 3 Pramono-Rano lebih melekat di telinga masyarakat dibandingkan slogan Jakarta Baru milik Ridwan Kamil-Suswono.
Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Charta Politik Yunarto Wijaya dalam rilis survei Jakarta yang dilaksanakan Charta Politika dalam tajuk “Mengukur Jagoan Elektoral di Pilkada Jakarta” Kamis, 3 Oktober 2024.
Baca juga: Survei LSI: Elektabilitas Ridwan Kamil-Suswono 51,8 Persen
“Walaupun secara elektabilitas Pram-Doel masih kalah dibandingkan Kang Emil-Suswono, tapi secara pesan slogan yang ditampilkan Jakarta Menyala lebih dikenal oleh masyarakat dengan 51,5% berbanding 43% Jakarta Baru,” ujar Yunarto.
Dalam analisanya juga bisa jadi hal tersebut belum digaungkan secara besar, karena diasosiasikan sebagai antitesa Anies Baswedan.
“Ini analisa saya ya, mungkin saja ini pesan yang memang sengaja tidak diperbesar oleh tim paslon nomor urut 1 karena ada analisa bahwa slogan Jakarta Baru seperti antitesa dari apa yang sudah dibuat Anies,” ungkapnya.
Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Charta Politik Yunarto Wijaya dalam rilis survei Jakarta yang dilaksanakan Charta Politika dalam tajuk “Mengukur Jagoan Elektoral di Pilkada Jakarta” Kamis, 3 Oktober 2024.
Baca juga: Survei LSI: Elektabilitas Ridwan Kamil-Suswono 51,8 Persen
“Walaupun secara elektabilitas Pram-Doel masih kalah dibandingkan Kang Emil-Suswono, tapi secara pesan slogan yang ditampilkan Jakarta Menyala lebih dikenal oleh masyarakat dengan 51,5% berbanding 43% Jakarta Baru,” ujar Yunarto.
Dalam analisanya juga bisa jadi hal tersebut belum digaungkan secara besar, karena diasosiasikan sebagai antitesa Anies Baswedan.
“Ini analisa saya ya, mungkin saja ini pesan yang memang sengaja tidak diperbesar oleh tim paslon nomor urut 1 karena ada analisa bahwa slogan Jakarta Baru seperti antitesa dari apa yang sudah dibuat Anies,” ungkapnya.
(jon)
Lihat Juga :