alexametrics

Sempat Dirawat, Orangutan Paya Dilepas ke Habitatnya

loading...
Sempat Dirawat, Orangutan Paya Dilepas ke Habitatnya
OU Paya ketika dilepas kawasan konservasi CA. Dolok Sibual-Buali, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (9/12/2019). Foto/Zia Nasution
A+ A-
TAPANULI SELATAN - Balai Besar KSDA Sumatera Utara (Sumut), melepas orangutan (OU) Paya, di kawasan konservasi CA Dolok Sibual-Buali, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (9/12/2019).

Kepala Balas Besar KSDA Sumut, Hotmauli Sianturi, mengatakan, OU Payah menjalani perawatan dari 20 September 2019 sampai 1 Oktober 2019, di Pusat Rehabilitasi Orangutan Sumatera (PKOS) di Batu Mbelin. "OU Paya berusia 40 tahun dengan berat 44 kilogram dan terjadi kenaikan badan," ujarnya kepada wartawan.

Hotmauli menjelaskan, hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter hewan tim HOCRU menunjukkan, terdapat luka terbuka di daerah frontal (tulang dahi) dan pangkal lengan bagian bawah (axilla). "Kondisi luka sudah dipastikan membaik saat dilepas," tuturnya.



Diceritkannya, pada 1 Oktober 2019, Paya sudah mulai banyak makan dan aktivitasnya di dalam kandang agresif. Selanjutnya, pada 15 Oktober 2019, kondisinya sangat stabil dan berat badan meningkat hingga 44 kilogram. "Pelepasan ini juga berdasarkan saran tim medis yang merawat Paya selama direhabilitasi," imbuhnya.

Dia menambahkan, saat ini Balai Besar KSDA Sumut sedang melakukan upaya-upaya seperti membangun koridor satwa khususnya orangutan yang sudah dimasukkan dalam RTRWK Tapanuli Selatan. Salah satu bentuk kegiatannya adalah pengayaan pakan.

Setelah itu, membentuk Forum Kolaborasi KEE Batang Toru bersama multipihak, menyusun renstra KEE Batangtoru.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak