alexametrics

Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Yogyakarta, Puluhan Rumah Rusak

loading...
Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Yogyakarta, Puluhan Rumah Rusak
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan disertai angin kencang menerjang Yogyakarta, Minggu (8/12/2019)./Foto/Dok BNPB
A+ A-
YOGYAKARTA - Hujan deras disertai angin kencang menerjang Yogyakarta, Minggu (8/12/2019) sekitar pukul 20.30 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG, hujan disertai angin kencang terjadi di 57 titik pada 12 Kecamatan di Kabupaten Sleman. Akibatnya, 61 pohon tumbang dan 32 rumah rusak. Selain itu, akses jalan di 8 titik ditutup, termasuk jaringan listrik rusak di 7 titik. Dua warga mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit setempat.

Di Kabupaten Bantul, hujan deras disertai angin kencang terjadi di 43 titik pada 4 kecamatan. Imbasnya pohon tumbang di 41 titik, akses jalan ditutup, dan 12 titik rumah rusak. Tidak ada korban luka atau meninggal pada peristiwa ini.

Hujan deras disertai angin kencang di Kabupaten Gunungkidul terjadi di 3 titik pada dua kecamatan. Sebanyak satu rumah rusak, dan tiga pohon tumbang.



Sedangkan di Kota Yogyakarta, hujan deras disertai angin kencang terjadi di 19 titik 8 kecamatan. Peristiwa ini merusak 3 unit rumah, dan 14 pohon tumbang. Selain itu, 4 unit sepeda motor rusak dan satu unit mobil rusak.

Sementara di Kulonprogo, hujan deras disertai angin kencang terjadi di dua titik pada dua kecamatan. Satu rumah rusak, dan satu titik jaringan listrik rusak.

"Assessment, pembersihan jalan, pemotongan dan evakuasi untuk hari ini (Minggu, 8/12/2019) sudah dilakukan.Proses penanganan sementara dihentikan, dan akan dilanjutkan pada Senin (9/12/2019). Penanganan dilakukan oleh petugas BPBD, instansi terkait, relawan dan masyarakat," kata Kapusdatinmas BNPB Agus Wibowo melalui keterangan resminya, Minggu (8/12/2019).
(saz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak