alexametrics

Uniknya Kearifan Lokal Sentra Ulos Desa Meat dan Papande Pulau Sibandang

loading...
Uniknya Kearifan Lokal Sentra Ulos Desa Meat dan Papande Pulau Sibandang
Espi Boru Sianipar (kiri) salah satu penenun ulos di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir. Foto SINDOnews/SM Said
A+ A-
TARUTUNG - Kawasan Danau Toba menjadi daya tarik bagi wisatawan yang mengunjungi karena memiliki keunikan tersendiri selain keindahan alamnya. Nah jika kita mengunjungi kawasan Danau Toba lewat Bandara Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara tentunya tak lengkap jika tak mengunjungi sentra pembuatan ulos di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir.
Uniknya Kearifan Lokal Sentra Ulos Desa Meat dan Papande Pulau Sibandang

SINDOnews yang ikut dalam rombongan Familiarization Trip Media Digital Nasional ke Destinasi Super Prioritas mendapat kesempatan untuk mengunjungi desa wisata ini.

Untuk sampai ke Meat rombongan Familiarization Trip Media Digital Nasional ke Destinasi Super Prioritas membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit dari Bandara Silangit dengan melewati jalan kecil dan berliku yang tidak begitu bagus. (Baca: Serunya Menikmati Keindahan Danau Toba dari Hutaginjang)

Namun rasa penat setelah menjelajahi Bukit Sipalihutu yang berliku seakan langsung hilang ketika rombongan sampai di Desa Adat Ragi Hotang, Meat yang juga terletak di tepian Danau Toba.



Begitu turun dari kendaraan rombongan Familiarization Trip Media Digital Nasional ini pun dijemput Guntur Sianipar, Ketua Desa Adat Meat yang langsung menjelaskan pembuatan tenun ulos secara tradisional. Mulai dari paunggasan atau maunggas yaitu cara pengerasan benang dengan nasi untuk benang gulung dan tepung kanji untuk benang 100.

Selanjutnya dari maunggas ke manorha yaitu proses memasukan benang yang dilanjutkan dengan mangani yaitu membuat motif lalu masuk ke pewarnaan hingga martonun dan finishing.

"Pembuatan ulos di Desa Adat Ragi Hotang ini merupakan salah satu kearifan lokal yang terus dipertahankan warga Meat selama 14 generasi. Dimana salah satu filosofi pembuatan ulos ini adalah menjadikannya satu, sehingga kalau tidak sejalan atau menjadi satu tidak akan jadi kain ulos," kata Guntur, Rabu 4 Desember 2019.

Aktivitas tenun ulos di Desa Adat Ragi Hotang Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir ini, kata Guntur, mulai menunjukan peningkatan saat diresmikannya desa ini menjadi desa adat pada 2017.

Saat ini, kata dia, di Desa Meat ada ratusan penenun ulos yang dibina oleh desa adat.

"Kalau banjir order rata rata seorang penenun dapat menghasilkan satu kain sarung ulos dan selendangnya. Harganya pun kalau dibeli disini hanya Rp600-800 ribu. Biasanya pesanan ulos banyak dari Medan, Batam dan Jakarta untuk pasar lokal. Namun untuk mancanegara ada dari New Zealand, Inggris dan Jerman. Biasanya untuk mancanegara langsung datang kesini sekaligus melihat proses pembuatan. Mereka biasa menginap di salah satu rumah bolon yang dijadikan home stay, dimana sewanya Rp200 ribu per malam," papar Guntur.

Menurut dia, ulos yang paling digemari adalah jenis sadum biasa digunakan buat pesta adat. Lalu ulos mangiring untuk baptis, selanjutnya ulos bintang maratur yang biasa digunakan untuk perempuan dan ulos ragi huting yang dibuat berdasarkan permintaan atau dari mimpi.

"Biasanya kita menjual ulos hasil dari pengrajin pada hari Jumat setiap pekannya, sehingga setiap hari Kamis pesanan ulos harus sudah selesai dikerjakan oleh penenun," ujarnya.

Espi Boru Sianipar, salah satu penenun ulos di Desa Meat mengaku perekonomian keluarganya terbantu dengan banyaknya pesanan ulos.

"Jika ada pesanan saya mulai mengerjakan tenun ulos mulai jam 08.00 WIB usai membereskan pekerjaan di rumah, biasanya bisa sampai jam 18.00 WIB. Upah mengerjakan satu set kain ulos berikut seledangnya sekitar Rp300 ribu. Biasanya satu bulan saya bisa bikin empat set kain ulos berikut selendangnya," kata Espi Boru Sianipar.

Selain Desa Meat, di Pulau Sibandang tepatnya di Dusun Lumbantogatorop, Desa Papande, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara juga terdapat sentra pembuatan ulos yang sangat terkenal hingga mancanegara. Konon ulos dari Pulau Sibandang ini sangat disukai oleh raja-raja Batak.
Uniknya Kearifan Lokal Sentra Ulos Desa Meat dan Papande Pulau Sibandang

Dewita Boru Simamora warga Dusun Lumbantogatorop, Desa Papande yang telah menekuni tenun ulos sejak remaja ini mengaku bisa menyekolahkan anak dari hasil tenun ulos.

"Penghasilan yang didapat bisa Rp1 juta perminggu kalau ramai pesanan ulos. Sementara dari tani jagung hasilnya baru bisa dirasakan setelah panen enam bulan kemudian," kata Dewita.
Uniknya Kearifan Lokal Sentra Ulos Desa Meat dan Papande Pulau Sibandang

Wanita paruh baya ini pun mengaku telah mengajari anak-anaknya dari mulai kelas 5 SD untuk menenun ulos. "Ya selain untuk melestarikan peninggalan leluhur juga untuk bekal masa depan mereka. Karena nilai jual ulos kan lumayan tinggi, " pungkasnya.

Sementara Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengatakan, pihaknya mendukung pengembangan usaha tenun ulos di Kabupaten Taput. "Ya untuk di Tapanuli Utara kita larang penggunaan mesin untuk membuat ulos. Selain itu sejak tiga tahun terakhir ini kita telah menggunakan benang 100. Keunggulan ulos benang 100 ini bisa berulang kali dicuci namun tidak luntur. Kedepannya kita akan kembangkan lagi pembuatan ulos dari benang sutra untuk pasar mancanegara," kata Nikson.
Uniknya Kearifan Lokal Sentra Ulos Desa Meat dan Papande Pulau Sibandang

Terpisah penggiat ulos Nelson Lumbantoruan mengaku senang dengan perkembangan ulos yang kian disukai berbagai kalangan karena banyaknya inovasi terhadap pembuatannya.
Uniknya Kearifan Lokal Sentra Ulos Desa Meat dan Papande Pulau Sibandang


"Saya cukup senang melihat perkembangan tenun ulos yang memiliki banyak turunannya karena inovasi. Kreatifitas boleh saja dilakukan dalam pembuatan ulos tapi jangan merubah esensi dari ulos tersebut karea ulos Batak itu fungsinya yang membedakannya," tandas Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Humbang Hasundutan ini.

Uniknya Kearifan Lokal Sentra Ulos Desa Meat dan Papande Pulau Sibandang
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak