11 RS Bhayangkara Polri Serentak Gelar Hospital Anti Bullying ke Ponpes

Selasa, 01 Oktober 2024 - 15:12 WIB
loading...
11 RS Bhayangkara Polri...
RS Bhayangkara Polri yang telah melaksanakan Program Official Hospital Anti Bullying. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Aksi perudungan atau bullying di Sekolah maupun Pondok Pesantren (Ponpes) terus mendapat perhatian hhusus aparat kepolisian di sejumlah daerah di Indonesia. Tidak hanya melakukan penanganan terkait kasus bullying yang masih terjadi hingga kini, namun juga melakukan upaya pencegahan.

Melalui sejumlah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia, Polri melalui Pusdokkes Polri kini telah melakukan Program Official Hospital Anti Bullying ke sejumlah sekolah dan ponpes.

Setelah sukses melakukan Percontohan di Pondok Pesantren Al Hamid-Jakarta Timur, 11 (sebelas) RS Bhayangkara Polri di daerah melaksanakan Program Official Hospital Anti Bullying Secara Serentak sebagai Upaya Pencegahan Aksi Bullying lebih dini.

Dengan mendatangi sejumlah Ponpes, Pusdokkes Polri melalui sejumlah RS Bhayangkara Polri telah melaksanakan Program Official Hospital yang baru pertama kali ada di Indonesia sebagai upaya pencegahan aksi bullying di sekolah atau ponpes.

Melalui Program yang Digagas oleh RS Bhayangkara Tingkat 1 Pusdokkes Polri Jakarta ini, Tim Medis dari 11 RS Bhayangkara Polri di daerah mendatangi Ponpes untuk memberikan sosialisasi, edukasi, mitigasi, dan enpowering kepada siswa, pengelola ponpes, dan orang tua siswa tentang bullying dan pencegahannya.

Hasilnya, dari Program Official Hospital Anti Bullying yang digelar 11 RS Bhayangkara Polri, sejumlah ponpes di Jawa Timur maupun Nusa Tenggara Barat kini sudah memiliki Duta Anti Bullying yang diambil dari Perwakilan Siswa yang terpilih, untuk bisa mendeteksi aksi bullying di ponpes sehingga aksi bullying yang merugikan siswa ini bisa dicegah.

Sejumlah pengelola ponpes berharap, agar program yang dilaksanakan jajaran Pusdokkes Polri melalui sejumlah RS Bhayangkara Polri di berbagai daerah bisa ditindak lanjuti dengan menggelar program unggulan itu di seluruh sekolah atau ponpes.

Ketua Ponpes NW Nabi Nubu Mataram-NTB, Siti Alfaini Faqihi menegaskan, Pelaksanaan Program Official Hospital Anti Bullying yang digelar RS Bhayangkara Polri Mataram sangat berarti bagi pengelola ponpes, siswa, dan orang tua untuk mendeteksi dan mencegah Aksi Bullying di lingkungan pondok. Untuk itu pihaknya berharap, agar program anti bullying yang baru pertama ada di Indonesia ini bisa terus dikembangkan dan dilaksanakan berkelanjutan.

"Kami berterima kasih kepada Pihak RS Bhayangkara Polri yang telah melaksanakan Program Official Hospital Anti Bullying di Pondok Pesantren kami, Semoga Bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mencegah Aksi Bullying di lingkungan siswa/i kami," kata Siti dalam keterangannya, Selasa (10/1/2024).

Hal serupa juga disampaikan Pengasuh Ponpes Al Hamid Cilangkap-Jakarta Timur, KH Lukman Hakim Hamid Putra H Hamid Djiman yang juga menjabat sebagai Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta masa khidmah 2021-2026 ini Mengapresiasi RS Bhayangkara Tingkat 1 Pusdokkes Polri Kramat Jati-Jakarta Timur yang Menggagas Program Official Hospital Anti Bullying.

Sehingga kata dia, bisa dilaksanakan di sejumlah RS Bhayangkara Polri di sejumlah daerah di Indonesia. "Alhamdulillah, terima kasih untuk Tim RS Polri Kramatjati yang telah menunjuk Pondok kami sebagai Percontohan Pelaksanaan Program Official Hospital Anti Bullying, sehingga saat ini pondok kami melalui Duta Anti Bullying bisa mendeteksi dan mencegah Aksi Bullying dilingkungan Siswa/i kami. Kami berharap program ini bisa terlaksana diseluruh Ponpes di Indonesia," ujarnya.

Program yang sudah dilaksanakan di 11 RS Bhayangkara Polri di sejumlah daerah ini juga mendapat apresiasi dari sejumlah pengamat sosial.

Edward Andriyanto Sutardhio, Pengamat Psikologi dari Universitas Indonesia mengatakan, program ini adalah program yg Holistik, dan ini Pertama kali pihak Kesehatan Polri terlibat dalam pembuatan program ini.

Bukan hanya pemilik sekolah tapi juga didalamnya ada guru, dan siswa. Jadi bukan hanya ke guru untuk pencegahannya, tapi siswa juga dilibatkan untuk pencegahan bullying di sekolah atau ponpes.

"Ini program pencegahan aksi bullying di sekolah atau ponpes yang baru pertama kali dibuat dengan melibatkan Tim Kesehatan Polri. Jadi sudah sewajarnya jika mendapat apresiasi dan dan dilaksanakan diseluruh ponpes di Indonesia," ujar Edward.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Menkes: Yang Paling...
Menkes: Yang Paling Banyak Dikeluhkan Dokter adalah Perundungan
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Rekomendasi
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Berita Terkini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved