alexametrics

Minim Kandidat, Petahana Diprediksi Menang Mudah di Pilgub Kepri

loading...
Minim Kandidat, Petahana Diprediksi Menang Mudah di Pilgub Kepri
Pengamat pilkada dari Kantor Lembaga Survei Stratak Indonesia, Oktarina Soebardjo menila, calon petahanan diprediksi menang mudah dalam Pilkada Provinsi Kepri. Foto/SINDOnews
A+ A-
BATAM - Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan berlangsung pada 2020 mendatang. Suasana semarak menjelang pilkada sudah mulai terlihat, utamanya dari sebaran alat sosialisasi yang dipasang oleh beberapa figur yang mau ikut kontestasi.

Beberapa nama yang muncul ke permukaan sudah bisa dilihat dari media. Nama-nama itu antara lain Ismet Abdullah, Soeryo Respationo, Ansar Ahmad, Fauzi Bahar, Huzrin Hood dan lain-lain.

Pengamat pilkada dari Kantor Lembaga Survei Stratak Indonesia, Oktarina Soebardjo menilai Pilgub Kepri akan berlangsung seru karena minimnya tokoh yang berani muncul dan maju dalam kontestasi. Menurut dia, hampir semua figur yang diprediksi akan ikut kontestasi merupakan figur lama.



“Nama-nama yang muncul di permukaan adalah nama-nama lama, orang Kepri sudah pada hapal dengan kekurangan dan kelebihan tokoh-tokoh itu. Bahkan sejujurnya bisa jadi ini menunjukan Kepri defisit kader pemimpin,” ujarnya kepada media saat berlangsung diskusi “Meneropong Dinamika Pilkada Kepri”, Kamis (5/12/2019).

Oktarina menjelaskan, sangat mungkin akan terjadi kembali pertarungan dua kubu seperti pilkada sebelumnya atau bisa saja malah muncul paslon tunggal. Untuk itulah Oktrina menilai Plt. Gubernur Kepri yang sekarang memimpin pemerintahan sangat layak untuk maju, ikut serta dalam kontestasi. Dengan demikian pilkada akan berlangsung seru.

“Saya kira secara de facto petahana adalah Plt. Gubernur sekarang ini. Dialah pemimpin Kepri saat ini dan tentu sangat layak dan wajar diperhitungkan untuk menang. Selain sebagai petahana, yang bersangkutan juga merupakan adik kandung Gubernur Muhammad Sani, pemenang pilkada Kepri 2015,” ujarnya.

Dengan demikian, Oktarina melanjutkan, akan terjadi pertarungan antara figur lama melawan figur baru. Plt. Gubernur Isdianto menurutnya merupakan figur baru, karena tidak pernah ikut pilkada sebelumnya.

“Saya kira kalau partai politik canggih menyeleksi calon untuk bertarung di Pilkada Kepri ini, nama Isdianto tidak bisa diabaikan. Dia punya segudang potensi untuk menang. Dia adik kandung Gubernur M. Sani. Putera tempatan. Berpengalaman dalam pemerintahan dan sekarang ini secara de facto adalah gubernur petahana,” katanya.

Isdianto sendiri terpilih sebagai wakil gubernur melalui penetapan DPRD Kepri lalu menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Gubernur karena adanya operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Gubernur Nurdin Basyirun. Posisi Nurdin sendiri sudah diberhentikan sementara karena sudah jadi terdakwa tindak pidana korupsi.

Menanggapi wacana besarnya peluang Isdianto menjadi pemenang Pilgub Kepri mendatang, Relawan Kepri Bersatu Rionaldi menyatakan sependapat. Menurutnya rakyat Kepri rindu dengan kepemimpinan almarhum Pak Sani. Karenanya kalau Pak Isdianto nantinya dicalonkan oleh partai politik menjadi calon gubernur dan ikut pilkada 2020, dirinya meyakini posisinya akan unggul. “Suara pemilih Almaruhum Pak Sani akan banyak memilih Pak Isdianto. Apalagi kalau lawannya di pilkada nanti masih tokoh-tokoh yang lama,” ujarnya.
(cip)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak