alexametrics

ACT Targetkan 1.000 Desa Binaan untuk Program Lumbung Beras Wakaf

loading...
ACT Targetkan 1.000 Desa Binaan untuk Program Lumbung Beras Wakaf
Aksi Cepat Tanggap (ACT) menargetkan 1.000 desa binaan dalam lima tahun ke depan untuk menyukseskan program Lumbung Beras Wakaf (LBW). SINDOnews/Ahmad Antoni
A+ A-
BLORA - Aksi Cepat Tanggap (ACT) menargetkan 1.000 desa binaan dalam lima tahun ke depan untuk menyukseskan program Lumbung Beras Wakaf (LBW). Diharapkan program Lumbung Beras Wakaf dapat menyediakan beras untuk kegiatan kemanusiaan.

Ketua Dewan Pembina ACT, Ahyudin, mengungkapkan, saat ini masih banyak petani terjerat rentenir. Untuk itu mata rantai rentenir harus diputusa dengan konsep Lumbung Wakaf Beras.

"Saat ini petani ketika menanam berutang pada rentenir. Kalau panen harga jual anjlok dimainkan tengkulak, akhirnya petani tetap saja miskin," terangnya seusai peresmian Lumbung Beras Wakaf di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Rabu 4 Desember 2019.



Untuk itu konsep wakaf yang dilakukan diyakini mampu untuk menaikkan kesejahteraan petani. Selain itu hasilnya juga diberikan kepada masyarakat miskin, menambah kebutuhan pangan para santri, hingga untuk aksi kemanusiaan seperti Palestina dan Rohingnya.

"Kita beli gabah dengan harga normal tidak kita tawar. Harga antara Rp5.500 hingga Rp 6.000 per liter meskipun musim panen dan hujan. Sebab, kita ada alat pengering gabah dengan kapasitas 40 ton per hari," ujar Ahyudin.

Dari catatannya, selama ini gabah petani saat panen tiba harganya di bawah Rp4.000. Rata rata satu hektare menghasilkan 4 ton sampai lima ton. "Konsep wakaf ini adalah mengumpulkan dana umat untuk membeli gabah petani dengan harga tinggi. Kemudian diberikan gratis untuk warga yang membutuhkan dalam bentuk beras kualitas bagus,” katanya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak