alexametrics

Purwakarta Target Ekspor 50.000 Ton Manggis

loading...
Purwakarta Target Ekspor 50.000 Ton Manggis
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika saat meninjau stan manggis di Purwakarta. Dia menargetkan produksi manggis untuk diekspor mencapai 50.000 ton pada 2020. Foto/Diskominfo Purwakarta
A+ A-
PURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten Purwakarta ditarget mengekspor 50.000 ton manggis (Garcinia Mangostana) pada 2020. Berarti Pemkab Purwakarta harus menggenjot produksi sekitar 20.000 ton ekspor manggis ke mancanegara, karena saat ini baru mencapai 30.000 ton.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengungkapkan, luas lahan perkebunan manggis di Purwakarta mencapai 1.500 hektare. Lahan tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Wanayasa, Kiarapedes, Bojong, dan Darangdan.

Adapun rata-rata produksi buah manggis saat panen raya sekitar 47 ton per hektare. Hasil panen tersebut bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tapi juga kebutuhan ekspor ke mancanegara.



"Kalau untuk ekspor manggis sih tidak ada batasan (unlimited). Akan tetapi, sejauh ini kami baru mampu mengekspor sekitar 30.000 ton saja per tahun. Target kami, di musim panen tahun depan bisa sampai 50.000 ton,” kata Anne, Senin (2/12/2019).

Dia mengimbau supaya para petani tak menebang pohon manggis yang sudah berusia tua. Karena menurutnya, pohon manggis yang sudah berusia tua ini masuk dalam kategori plasma nutfah yang keberadaannya harus dilestarikan. "Pohon manggis yang usianya tua, itu masih produktif. Bahkan, sudah jadi varietas yang tersertifikasi oleh Kementerian Pertanian," ucapnya.

Adapun untuk meningkatkan produktivitas dari pohon yang sudah tua itu, perlu perlakuan khusus, seperti perbaikan pemupukan agar tanah di lahan perkebunan itu kembali subur.

Sementara itu, dari data yang tercatat, terdapat 154.000 pohon manggis yang tersebar di empat kecamatan tersebut. Jumlah itu termasuk pohon yang sudah berumur tua. Setiap panen raya, manggis asal Purwakarta ini tak hanya diekspor ke China, melainkan juga membanjiri pasar buah di negara ASEAN, Eropa dan Timur Tengah.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak