alexametrics

Gagal Membegal, Begal di Sumsel Babak Belur Diamuk Massa

loading...
Gagal Membegal, Begal di Sumsel Babak Belur Diamuk Massa
Ilustrasi/Dok SINDOnews
A+ A-
LUBUKLINGGAU - Niat jahat Dayat (45) membegal tukang ojek gagal. Apesnya dia justru babak belur diamuk massa di Kelurahan Belalau I, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (1/12/2019) sekitar pukul 20.30 WIB. Sedangkan rekan pelaku bernama Iwan (40) warga Kabupaten Muratara berhasil kabur sebelum diamuk massa.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono melalui Kasat Reskrim AKP Alex Andrian, membenarkan adanya kejadian penodongan atau begal tersebut. Korbannya tukang ojek Azis (43) warga Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Lubuklinggau. Pelaku sudah diamankan di Mapolres Lubuklinggau, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, sedangkan seorang lagi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Modus pelaku dengan berpura-pura minta diantar ke wilayah Kelurahan Belalau I, di tengah perjalanan korban malah di begal. Namun korban berhasil kabur dan berteriak minta tolong warga, sehingga seorang pelaku berhasil diamankan setelah sempat diamuk massa.”



Menurut korban Aziz, sekitar pukul 19.15 WIB dia mendapatkan penumpang dari Pasar Satelit untuk minta diantar ke Belalau I. Namun di tengah perjalanan dekat Kelurahan Jogoboyo, ada teman tersangka juga ikut.

Saat melaju menuju Belalau I tepat di Jalan Jambi yang tidak jauh pemukiman warga, salah satu tersangka menempelkan pistol tepat di lehernya, sontak saja ia langsung menjatuhkan motornya dan berteriak minta tolong. Teriaknya didengar warga, hingga warga langsung berdatangan.

Melihat warga berdatangan, kedua pelaku langsung kabur. Namun apes bagi pelaku Dayat berhasil ditangkap, bahkan langsung diamuk massa. Hingga anggota Polres Lubuklinggau datang dan berhasil mengamankan pelaku Dayat.
(saz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak