alexametrics

Perangi HIV/AIDS, Wakil Bupati Keerom Papua Sosialisasi ke Batas Negara

loading...
Perangi HIV/AIDS, Wakil Bupati Keerom Papua Sosialisasi ke Batas Negara
Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia yang jatuh 1 Desember diperingati berbeda oleh pihak Komisi Penanganan AIDS (KPA), Pemerintah Kabupaten Keerom, Papua dan pihak Satgas Yonif 173/ Satya Tama. iNews TV/Edy
A+ A-
KEEROM - Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia yang jatuh 1 Desember diperingati berbeda oleh pihak Komisi Penanganan AIDS (KPA), Pemerintah Kabupaten Keerom, Papua dan pihak Satgas Yonif 173/ Satya Tama.

Perbedaan dengan perayaan sebelumnya adalah, digelarnya peringatan dengan aksi sosialisasi bahaya HIV AIDS, juga pemberian bantuan kepada warga di kampung yang berbatasan dengan Papua Nugini, yakni Kampung Skofro Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom, Papua.

Dipilihnya perayaan di kampung terluar Republik Indonesia ini, selain untuk menunjukkan kehadiran negara, juga karena di wilayah Distrik Arso Timur, termasuk di kampung ini adalah pengidap HIV/AIDS terbanyak di Kabupaten Keerom.



Jumlah keseluruhan penderita HIV/AIDS di Kabupaten Keerom adalah 260 orang per 31 Maret 2019, dan kasus terbanyak di Distrik Arso yakni HIV 64 orang dan AIDS 47 orang.

“Pengidap HIV AIDS di wilayah ini atas resiko seksual, termasuk adanya pusat ekonomi baru yakni adanya transaski seksual di daerah perkebunan. Pemahaman warga yang masih rendah terkait HIV/AIDS, dan interaksi dengan warga Papua Nugini, meski ini juga harus ada riset resmi," kata Wakil Bupati Keerom Piter Gusbager, Minggu (1/12/2019).

Mantan ketua KNPI Kabupaten Keerom ini mengaku jika gencarnya sosialisasi juga penting dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada warga, utamanya di wilayah perbatasan negara.

"HIV/AIDS ini tidak memandang siapa saja, semua orang beresiko, terlebih yang memiliki gaya hidup Hetero Seksual . Sosialisasi penggunaan kondom juga harus terus dilakukan, untuk menekan angka peneybaran virus yang mematikan ini. Ini tidak ada cara lain, selain kesadaran memeriksakan diri dan mengkonsumsi obat,” katanya.

Pihaknya juga berencana akan segera membentuk tim relawan HIV/AIDS di seluruh kampung yang ada di wilayah Kabupaten Keerom, yang diupayakan pada 2020 tim tersebut sudah terbentuk.

"Kita akan bentuk itu, mereka nanti akan menjadi bagian dari KPA untuk memantau dan mensosialisasikan serta melakukan tindakan atas para penderita HIV AIDS. Itu kita lakukan di tahun 2020 rencananya," sebutnya.

Selain kegiatan sosialisasi, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemberian sumbangan sembako, pemberian bibit mangga manis kepada tiga kampung diwilayah ini, termasuk pemberian pakaian layak pakai oleh Satgas Yonif 173/ST.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak