alexametrics

Jasad Bayi Dibuang di Pekarangan Rumah Warga Gegerkan Pandeglang

loading...
Jasad Bayi Dibuang di Pekarangan Rumah Warga Gegerkan Pandeglang
Warga Kampung Kahuripan, Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang digegerkan dengan penemuan jasad bayi di pekarangan rumah warga. SINDOnews/Rasyid
A+ A-
PANDEGLANG - Warga Kampung Kahuripan, Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang digegerkan dengan penemuan jasad bayi di pekarangan rumah warga.

Jasad bayi yang diduga dibuang itu ditemukan pertama kali olah warga sekitar pukul 07.00 WIB. Kemudian, warga melaporkan penemuan tersebut kepada pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Ambarita membenarkan penemuan sesosok jasad bayi dihalaman rumah warga. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.



"Diduga dibuang oleh orangtuanya, saat ini jasad bayi sudah dibawa ke RSUD Serang guna proses penyelidikan lebih lanjut," kata Ambarita, Minggu (1/12/2019).

Dijelaskan Ambarita, berdasarkan pemeriksaan saksi dari klinik kebidanan bahwa pada pukul 22.30 WIB datang seorang pasien berumur 16 tahun dan masih sebagai pelajar SMA.

Malam itu, pasien tersebut mengeluh sakit di bagian perut, lemas dan sesak nafas. Pada saat tiba di klinik, pasien tersebut didampingi orangtuanya

"Bidan juga sempat memeriksa dan memegang perut pasien. Saat itu terasa keras serta payudara membengkak seperti ciri - ciri orang sedang hamil," ujarnya.

Namun, saat ditanya oleh sang bidan, pasien tersebut tetap tidak mengakui bahwa dia sedang dalam kondisi hamil dan hanya mengeluh sedang menstruasi. Sekitar pukul 23.30 WIB pasien tersebut kemudian meninggalkan puskesmas.

Kasus penemuan jasad bayi sudah ditangani Unit PPA Polres Pandeglang. Saat ini, petugas sudah mengamankan seorang perempuan yang diduga ibu dari sang bayi guna proses pemeriksaan statusnya masih saksi. Sedangkan jasad bayi sudah dibawa ke RS dr Drajat Prawiranegara Serang guna pemeriksaan DNA. "Untuk perempuan terduga pelaku di bawa ke RSUD Pandeglang untuk visum dan tes DNA," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak