alexametrics

Pasca-Bentrok, Aktivitas Tiga Sekolah di Desa Wadiabero Lumpuh

loading...
Pasca-Bentrok, Aktivitas Tiga Sekolah di Desa Wadiabero Lumpuh
Pasca-penyerangan yang mengakibatkan 25 rumah hangus terbakar di Desa Wadiabero, Kecamatan Gu, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), aktivitas belajar mengajar tiga sekolah yang ada di desa tersebut lumpuh. iNewsTV/Andhy Eba
A+ A-
BUTON TENGAH - Pasca-penyerangan yang mengakibatkan 25 rumah hangus terbakar di Desa Wadiabero, Kecamatan Gu, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), aktivitas belajar mengajar tiga sekolah yang ada di desa tersebut lumpuh. Para siswa masih trauma dan lebih memilih berada di rumah sampao situasi benar-benar aman.

Di Desa Wadiabero ada tiga sekolah yang terpaksa diliburkan, yaitu SD Negeri 2 Gu, Madrasah Ibtidaiyah Al- Iqra Wadiabero, dan Taman Kanak-Kanak Kijula Wadiabero.

“Sejumlah sekolah di Desa Wadiabero yang menjadi lokasi pembakaran rumah terpaksa diliburkan. Tidak hanya para siswa, sejumlah guru juga terlihat tidak hadir karena takut jika terjadi bentrok susulan,” kata Ihsan, guru SD Negeri 2 Gu, jumat (29/11/2019).



Pihak sekolah belum bisa memastikan kapan proses belajar mengajar akan kembali normal seperti sedia kala. Namun, dua hari pascabentrok yang diawali meninggalnya seorang pemuda dari Desa Tolandona Matanaeo hingga berujung pembakaran rumah di Desa Wadiabero, kondisi di dua desa tersebut beransur mulai kondusif.

Kapolda Sultra bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Tengah juga telah melakukan bertemuan dengan perwakilan dari ke dua desa yang pertikaian guna meredam aksi-aksi lainnya yang bisa merugikan kedua belah pihak.(Baca juga; Tawuran Antarpemuda di Buton Tengah, 25 Rumah Warga Terbakar dan Satu Tewas)
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak