alexametrics

93 Desa Belum Terlayani Angkutan Umum, Ribuan Warga KBB Andalkan Ojeg

loading...
93 Desa Belum Terlayani Angkutan Umum, Ribuan Warga KBB Andalkan Ojeg
Angkutan umum trayek Cisarua-Lembang yang beroperasi di wilayah utara KBB. Dari total 165 desa di KBB baru 72 desa yang sudah terlayani angkot. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG BARAT - 93 desa di Kabupaten Bandung Barat (KBB), khususnya di wilayah Selatan, masih belum tersentuh pelayanan angkutan umum (angkot). Masyarakat selama ini mobilisasinya masih mengandalkan angkutan ojeg atau kendaraan bak terbuka.

"Dari total 165 desa di KBB yang sudah terlayani angkutan umum baru sekitar 72 desa. Sesuai intruksi bupati untuk membuka akses angkutan umum ke desa-desa, tahun depan kami akan mengkaji bersama konsultan untuk menelaah wilayah mana yang memungkinkan masuk akses angkot baru," kata Kabid Angkutan Dishub KBB, Eman Sulaeman didampingi Pelaksana Angkutan Dalam Trayek, Dani Hendrawan di Ngamprah, Senin (25/11/2019).

Beberapa trayek baru yang sedang dibahas, adalah rute Padalarang-Saguling; Cipeundeuy-Rajamandala; dan Cimareme-Ngamprah yang melalui Kantor Pemda KBB. Rerouting trayek tersebut sudah cukup lama tinggal bagaimana kondisi di lapangan, apakah ada potensi penumpang serta daya dukung infrastruktur jalannya. “Jangan sampai rute baru dibuka tapi masyarakat penggunanya tidak ada,” kata Eman.



Eman menjelaskan, dari total 31 trayek angkutan umum di KBB yang aktif hanya sekitar 15 trayek, terdiri dari trayek lokal dan juga trayek Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) seperti Padalarang-Cimahi, Padalarang-St Hall, dan Padalarang-Leuwipanjang. Berdasarkan data kendaraan yang melaksanakan heregistrasi (izin trayek) tercatat ada 813 kendaraan yang izin trayeknya masih aktif serta 939 izin trayeknya sudah tidak aktif.

"Kami tidak tahu persis kenapa ada rute yang tidak aktif, apakah karena faktor munculnya ojeg online atau karena kepemilikan kendaraan yang mudah. Makanya pada saat rerouting trayek nanti akan coba dicari tahu penyebabnya, karena untuk taksi online tidak semua daerah di KBB ada yang mau masuk," imbuhnya.

Disinggung apakah jumlah angkot di KBB mengalami penurunan, Eman mengaku sulit untuk mengukur data pastinya. Sebab kadangkala ada angkot yang ditarik oleh pihak leasing namun tidak pernah dilaporkan. Hanya saja jika berdasarkan kepemilikan yang sudah berbadan hukum ada 962 kendaraan dan yang kepemilikannya masih perorangan ada 790 kendaraan. Sebanyak 841 kendaraan tahun pembuatannya 2006 ke atas dan ada 911 kendaraan yang tahun pembuatan 2005 ke bawah.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak