alexametrics

Polisi Ringkus Dua Pengedar Narkoba dari Operasi Antik 2019

loading...
Polisi Ringkus Dua Pengedar Narkoba dari Operasi Antik 2019
Operasi Antik 2019 pada Minggu (17/11/2019) hingga 14 hari , berhasil meringkus dua pengedar narkoba./Foto/iNews TV/Lalu Ramli
A+ A-
LOMBOK TIMUR - Operasi Antik 2019 yang digelar sejak Minggu (17/11/2019) hingga 14 hari ke depan, berhasil meringkus dua pengedar narkoba. Kedua pelaku ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lombok Timur di dua TKP berbeda. Pelaku MJ alias Jas (29) diamankan di rumahnya di Kokoq Lauq Kelurahan Kelayu Selatan, Kecamatan Selong, sekitar pukul 00 Wita pada Ahad (17/11/2019).

Dari tangan Jas polisi menyita satu bungkus besar narkotika jenis sabu seberat 10, 5 gram, satu klip kecil berisi 1 gram dan dua bungkus klip berisi sabu siap edar, timbangan, bong, timbangan, dan 4 telpon genggam (HP) yang digunakan pelaku untuk bertransaksi.

Sedangkan dari tersangka SP alias Solong (31) diamankan di rumahnya di Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, pada hari yang sama sekitar pukul 19 00 Wita. Polisi mengamankan 1,5 gram sabu, juga barang bukti lainnya seperti alat konsumsi sabu dan uang hasil transaksi narkoba.



Kedua pelaku terjaring dalam operasi antik 2019 yang dilaksanakan aparat kepolisian. Saat ini, kedua pelaku digelandang ke Mapolres Lombok Timur untuk penegakan hukum lebih lanjut. Total barang bukti sabu yang diamankan 14 gram lebih dari kedua pelaku.

Kasat Narkoba Polres Lombok Timur, IPTU Surya Irawan mengungkapkan kedua tersangka merupakan pengedar dan bandar yang konsumennya menyasar kalangan remaja dan pelajar. Paket sabu yang diedarkan dikemas dengan harga 50 ribu sampai 100 ribu, sehingga bisa dijangkau. "Mulai dari Minggu (17/11/2019), Senin (18/11/2019) kita sudah dapatkan dua pelaku. Semuanya pengedar, salah satunya TO (target operasi)," ungkapnya.

Kalangan ABG atau pelajar, kata Surya Irawan, rentan menjadi sasaran pengedar barang haram ini. Biasanya, mereka gampang dipengaruhi dan berlahan menjadi gaya hidup. Kondisi ini kerap dimanfaatkan pengedar untuk masuk di kalangan remaja, usia sekolah.
(saz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak