alexametrics

Manado Kembali Diguncang Gempa 5,9 SR, Warga Panik karena Trauma

loading...
Manado Kembali Diguncang Gempa 5,9 SR, Warga Panik karena Trauma
Gempa bumi tektonik 5,9 Skala Richter kembali mengguncang wilayah Sulawesi Utara . Kepanikan warga Manado pun kembali terjadi karena gempa bumi sebelumnya memang membuat warga trauma. Foto BMKG
A+ A-
MANADO - Gempa bumi tektonik 5,9 Skala Richter kembali mengguncang wilayah Manado. Kepanikan warga pun kembali terjadi. Gempa bumi memang membuat warga Manado trauma. Kali ini gempa bumi 5,9 Skala Richter terjadi, Sabtu (16/11/2019) pukul 18.19.16 Wita. Episentrum gempa berada 1.67 LU, 126.34 BT atau 137 km Timur Laut Bitung-Sulawesi Utara, pada kedalaman 35 Km. (Baca: Hari Ini, Terjadi 177 Kali Gempa Susulan di Laut Maluku

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Edward Henrry Mengko mengatakan, gempa tersebut dirasakan di Kota Manado, Kota Tomohon, Tondano Kota Bitung, Tagulandang,Tahuna serta Ternate.


#Gempa Mag:5.9, 16/11/2019 17:19:16 (Pusat gempa di laut 137 km Timurlaut Bitung), Kedlmn:35 Km Dirasakan (MMI) II Manado, II Tomohon, II Tondano, II Bitung, II Tagulandang, II Tahuna, II Ternate, #BMKG

— BMKG (@infoBMKG) November 16, 2019


Sementara itu sejumlah warga yang berada di pusat-pusat perbelanjaan tampak berlarian keluar.“Iya tadi kelihatan sekali para pengunjung yang ada di pusat perbelanjaan di Manado berlarian berusaha untuk keluar,”kata Malewa.



Diketahui sebelumnya hasil monitoring BMKG pada Sabtu (16/112019) hingga pukul 15.00 Wita terhadap gempa Laut Maluku dengan magnitudo 7,1 SR (skala richter) menunjukkan telah terjadi 177 kali aktivitas gempa susulan (aftershocks) dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.

Gempa susulan dengan magnitudo paling besar mencapai 5,9 SR dan terkecil 2,7 SR. Gempa susulan yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat terjadi sebanyak 9 kali.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak