alexametrics

Wali Kota Palu Siap Fasilitasi Insan Perfilman Eksplorasi Budaya Lokal Palu

loading...
Wali Kota Palu Siap Fasilitasi Insan Perfilman Eksplorasi Budaya Lokal Palu
Diskusi Terbatas bersama Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI di Bromo Room Grand Hyatt Hotel Bundaran HI, Jakarta pada Selasa, (12/11/2019).
A+ A-
PALU - Wali Kota Palu, Hidayat menghadiri undangan Diskusi Terbatas bersama Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI di Bromo Room Grand Hyatt Hotel Bundaran HI, Jakarta pada Selasa, (12/11/2019).

Ini adalah kegiatan diskusi dalam rangka pembahasan film berbasis budaya lokal. Sejumlah pimpinan daerah hadir di acara ini, seperti Gubernur Bali, Bupati Serdang Bedagai, Wali kota Magelang, Wali kota Semarang, Wali kota Ambon, Bupati Toraja Utara, Bupati Lebak, Wali Kota Sawahlunto serta unsur Badan Perfilman Indonesia (BPI).

Sebagaimana diketahui digelarnya diskusi terbatas ini dilatarbelakangi oleh konten lokal dalam pengembangan Kekayaan Intelektual (KI) yang sudah mulai berkembang pesat di Indonesia.



Menurut Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI, Hilmar Farid dalam kurun waktu tiga tahun belakangan ini banyak karya film Indonesia yang mengangkat tema sejarah dan budaya Indonesia serta menggunakan unsur budaya sebagai dasar ceritanya.

Ia menyontohkan film yang berjudul Kartini, Athirah, Nightbus, Sekala Niskala, Wiro Sableng, Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak, Sultan Agung, Kucumbu Tubuh Indahku, 27 Steps of May, Bumi Manusia, Perburuan, Humba Dreams, dan Gundala.

"Kehadiran film-film ini sangat penting dalam kehidupan kebudayaan kita. Film membuat kita lebih mencintai budaya dan menghargai diri kita sendiri. Film yang baik dapat menggugah kita untuk selalu belajar dari sejarah dan pengalaman kita sendiri baik yang indah maupun yang kelam," ungkapnya.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam mempromosikan budaya lokal, tentunya perlu kolaborasi kerja antar pihak dengan baik. Membuka kerjasama strategis antara pemerintah dengan pihak swasta adalah salah satu cara paling efisien.

"Sehingga film yang dihasilkan dari progran ini tidak tersendat distribusinya melalui cara komersial dan meraih penonton seluas mungkin baik dalam maupun luar negeri," lanjut Bpk. Hilmar.

Sementara itu Wali kota Palu, Hidayat menyatakan siap memfasilitasi insan perfilman nasional untuk mengeksplore budaya lokal Palu yang tentunya akan memberikan dampak dalam hal mendorong promosi daerah dan budaya lokal melalui filn cerita.

Acara diskusi terbatas ini dilanjutkan dengan malam Nominasi Festival Film Indonesia 2019 yang dihadiri para aktor dan aktris nominee Festival Film Indonesia 2019 di La Moda Cafe Plaza Indonesia.
(atk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak