alexametrics

Material Tidak Sesuai Standar, Penyebab Atap SDN Gentong Ambruk

loading...
Material Tidak Sesuai Standar, Penyebab Atap SDN Gentong Ambruk
Dua tersangka kasus atap SDN Gentong Pasuruan ambruk, DM dan SE saat diamankan Polda Jatim. SINDOnews/Lukman Hakim
A+ A-
PASURUAN - Hasil laboratorium forensik Polda Jatim diketahui, penggunaan bahan material yang tak sesuai standar menjadi penyebab atap SDN Gentong Pasuruan ambruk. Dalam perkara ambruknya atap SDN Gentong pasuruan, Polda Jatim menetapkan dua tersangka.

Direskrimum Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan, terdapat beberapa bahan yang tidak sesuai standar sehingga kontruksi bangunan tidak kuat. Dia mencontohkan ada beberapa bahan konstruksi pembangunan gedung yang dikurangi kualitasnya.

"Maka kekuatan konstruksinya ya sudah pasti akan roboh, tinggal nunggu waktu," katanya di Mapolda Jatim, Senin (11/11/2019). (Baca juga; Atap SDN Gentong Ambruk, 2 Siswa dan Satu Guru Tewas)



Dua tersangka itu yakni berinisial DM selaku kontraktor pengerjaan proyek renovasi tahun 2012 dan SE selaku pihak mandor proyek yang ditunjuk pihak SDN Gentong. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus 359 karena unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa dan luka berat serta ringan.

"DM adalah kontraktor dan pengawas. Namun DM tidak ada surat penunjukkan dan melakukan penarikan pembayaran hingga melakukan pembelian bahan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi," kata Gidion. (Baca juga; Polda Jatim Tahan Kontraktor SDN Gentong Pasuruan yang Ambruk)

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 359 KUHP dan atau 360 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Peristiwa ambruknya SDN Gentong yang berada di Jalan KH Sepuh 49 Kota Pasuruan juga masih dikembangkan untuk dugaan tindak pidana korupsinya. Ambruknya atap SDN Gentong Kota Pasuruan yang terjadi Selasa 5 November 2019 pukul 08.30 WIB.

Sebanyak dua orang meninggal dunia terdiri dari satu siswa atas nama Irza Almira dan guru atas nama Sevina Arsy Putri Wijaya, serta 16 siswa lainnya mengalami luka-luka. Gedung sekolah yang ambruk berada di bagian depan terdiri dari empat kelas, antara lain kelas 2 A dan B dan kelas 5 A dan B.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak