alexametrics

Threesome Guru di Bali, Psikolog Sebut Fantasi Berlebihan dengan Ancaman

loading...
Threesome Guru di Bali, Psikolog Sebut Fantasi Berlebihan dengan Ancaman
Foto/Iustrasi Threesome/Dok SINDOnews
A+ A-
DEPOK - Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta mengatakan perbuatan Ni Made Sri Novi Darmaningsih (29) oknum guru dan pacarnya AA Putu Wartayasa (36) pegawai honorer Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Buleleng, Bali, yang mengajak muridnya VI (16) melakukan threesome sangat tidak pantas dilakukan.

Sebab, guru adalah contoh bagi anak didiknya. Menurut Shinta, panggilan akrab Aully Grashinta, bahwa untuk menduduki tugas terkait dengan anak-anak memang harus dilakukan sistem seleksi yang baik, karena tugas guru sebagai pendidik tidak mudah. "Sekarang, tidak sedikit kasus guru melakukan pelecehan seksual pada siswanya. Hal ini juga membuktikan kurang pas-nya sistem perekrutan guru karena ada hal-hal yang terlewatkan," ujar Shinta, Jumat (8/11/2019).

Dia menjelaskan, perbuatan guru tersebut mungkin lebih didorong atas fantasi seksual berlebihan pelaku dan pasangan, yang kemudian mencari orang yang bisa dengan mudah diajak atau bisa jadi dengan ancaman. Dan, hal itu bisa saja dilakukan oknum guru tersebut pada muridnya. "Sebagai seorang guru yang punya kewenangan terhadap murid, hal ini dimanfaatkan untuk berbuat yang tidak seharusnya dilakukan," tukasnya.



Shinta menjelaskan, threesome memang salah satu variasi dalam kegiatan seksual. Biasanya dilakukan oleh orang-orang yang memang menginginkan sensasi lebih dari hubungan seksual yang biasa. "Sampai sekarang belum disebut sebagai penyimpangan seksual," katanya.

Threesome belum dikategorikan sebagai sebuah penyimpangan seksual seperti sadomasochistic, eksibionis, dan sebagainya. Sebab, aktivitas tersebut biasanya juga dilakukan atas persetujuan semua pelaku. "Yang jadi masalah adalah jika imajinasi atas variasi seksual ini kemudian melibatkan orang lain dan tanpa persetujuannya," pungkasnya.
(saz)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak