alexametrics

Pendamping Anak Pemulung Meninggal Surati Pemerintah dan Tuntut Dinsos-BPJS

loading...
Pendamping Anak Pemulung Meninggal Surati Pemerintah dan Tuntut Dinsos-BPJS
Yahludin Situmeang orangtua almarhum Yosua Situmeang saat dikonfirmasi wartawan di rumahnya, Kamis (7/11/2019)./Foto/iNews TV/Ahmad Ridwan N
A+ A-
MEDAN - Yayasan Pemulung Sejahtera yang menjadi pendamping keluarga almarhum Yosua Nicholas Situmeang (10), anak seorang pemulung yang meninggal karena lamban mendapatkan pelayanan kesehatan, mengirimkan surat kepada pemerintah pusat agar kasus yang dialami Yosua dituntaskan. Sehingga, ke depannya tidak terjadi lagi kasus anak orang miskin tidak mendapatkan pelayanana kesehatan.

Ketua Yayasan Pemulung Sejarahtera Uba Pasaribu mengatakan, hak-hak orang miskin dan difabel harus diberikan dan dijamin oleh negara. Seharusnya, kata dia, tidak terjadi rakyat tidak mampu dan difabel tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. "Hak orang miskin dan difabel mendapatkan pelayanan kesehatan diatur dalam konsitusi. Jangan dihalangi hak mereka, kami sebagai pendamping selalu kesulitan mengurusi birokrasi orang miskin yang sakit untuk berobat, birokrasi berbelit-belit seperi membentur tembok," ujar Uba Pasaribu.

Selain menyurati pemerintah pusat, lanjut Uba Pasaribu, pihaknya akan menuntut Dinsos Deliserdang dan BPJS kesehatan yang dinilai lamban mengurusi Yosia hingga korban meninggal. Sementara Yahludin Situmeang, orangtua almarhum Yosua Situmeang, mendesak Dinsos Deliserdang dan BPJS kesehatan segera mengurus kartu BPJS kesehatan untuk keluarganya. Menurut Yahludin Situmeang, pihak terkait harus jujur dan transparan apa masalah yang terjadi.



Diberitakan sebelumnya, Yosua Nicholas Situmeang (10) anak seorang pemulung tinggal di bantaran rel kereta api Jalan Bersama Ujung Desa Mulio Rejo, Deliserdang, Sumut, yang menderita sakit pernapasan dan disabilitas tidak mendapatkan perawatan kesehatan hingga meninggal dunia. Korban tidak punya kartu BPJS kesehatan, padahal keluarganya telah mengurus layanan BPJS selama 8 bulan. Namun, selama itu kartu BPJS tak kunjung keluar dan selesai.
(saz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak