alexametrics

255.904 Hektare Lahan di Sumsel Hangus Terbakar Selama 2019

loading...
255.904 Hektare Lahan di Sumsel Hangus Terbakar Selama 2019
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat luas area yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sepanjang 2019 mencapai 255.904 hektare. SINDOnews/Dede Febriansyah
A+ A-
PALEMBANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat luas area yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sepanjang 2019 mencapai 255.904 hektare.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BOBD Sumsel, Ansori mengatakan, dari jumlah luas lahan yang terbakar, paling banyak terbakar berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) seluas 135.622 hektare. "Sejak awal 2019 hingga 20 Oktober 2019, itu data terakhir luas karhutla yang berhasil dikalkulasikan oleh tim gabungan pemadaman darat," ujar Ansori, Senin, (4/11/2019).

Luas lahan yang terbakar tersebut, kata Ansori, berdasarkan data luas karhutla yang dilihat dari Citra Satelit Sentinel, Landsat 8 OLI TIRS dan MODIS. Rincian total dari 255.904 hektare lahan yang terbakar dari wilayah Kabupaten OKI 135.622 hektare, Musi Banyuasin 46.717 hektare, dan Banyuasin 41.345 hektare.



Kemudian Musi Rawas Utara (Muratara) 8.143 hektare, Ogan Ilir 9.667 hektare, Muara Enim 7.051 hektare, Musi Rawas (Mura) 2.668 hektare, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 3.070 hektare, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur 650 hektare, dan Kota Palembang 358 hektare.

"Luas lahan yang paling luas terbakar itu ada di OKI 135.622 hektare dan yang paling sedikit ada di Lahat dengan luas lahan 50 hektare," jelasnya.

Ansori menjelaskan, status tanggap darurat Karhutla tidak akan diperpanjang lantaran beberapa wilayah Sumsel sudah mulai masuk musim penghujan. Masa tanggap darurat akan berakhir pada 10 November 2019. "Petugas yang ada di lapangan juga akan ditarik semua," katanya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak