alexametrics

15 Penyelam Diterjunkan Cari Tiga Warga China yang Hilang di Pulau Sangiang

loading...
15 Penyelam Diterjunkan Cari Tiga Warga China yang Hilang di Pulau Sangiang
Sebanyak 15 penyelam diterjunkan untuk mencari tiga Warga Negara Asing (WNA) asal China yang hilang di sekitar Pulau Sangiang, Kabupaten Serang, Banten. SINDOnews/Rasyid Ridho
A+ A-
SERANG - Sebanyak 15 penyelam diterjunkan untuk mencari tiga Warga Negara Asing (WNA) asal China yang hilang di sekitar Pulau Sangiang, Kabupaten Serang, Banten. Ketiga korban yang dinyatakan hilang yakni Tan Xuz Tao, Wan Bzng Yang, dan Tian Yun.

"Kita menerjunkan tim penyelam untuk mencari para korban. Dari Basarnas Banten 10 personel, dari Basarnas pusat 2 personel, digabung sama Lanal dan Polair, semuanya 15 personel," kata Kasubsi Ops Basarnas Banten, Heru Amir, Senin (4/11/2019).

Heru mengatakan, saat ini cuaca di perairan dekat Pulau Sangiang sedang tidak bersahabat sehingga pencarian sedikit terkendala. "Tapi kita tetap berdoa semoga korban cepat ditemukan," ujarnya



Saat ini, Tim SAR sedang melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian hingga ke arah selatan berjarak 10 sampai 12 kilometer. Berdasarkan informasi yang diperoleh, rombongan WNA asal China berjumlah tujuh orang berangkat dari dermaga Pantai Mabak, Cilegon pada Minggu 3 November 2019 menggunakan perahu nelayan.

Sesampainya di spot penyelaman, semuanya turun ke laut untuk melakukan penyelaman dan dibagi dua kelompok. Kelompok pertama You Shi Jie (pria), Xu Jun(pria), Che Yin Xing (perempuan) muncul di permukaan. (Baca juga; 3 WNA Asal China Hilang saat Menyelam di Pulau Sangiang Serang)

Namun kelompok kedua terdiri dari Tan Xuz Tao (pria), Wan Bzng Yang, Tian Yu (pria) tak kunjung muncul kepeemukaan. Diduga mereka terbawa arus bawah laut. Sedangkan salah satu dari rombongan Yang Lixiang (pria) tidak ikut menyelam. Dia hanya melakukan aktivitas snorkling.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak