alexametrics

Jaga Kehormatan Sebagai Istri, Veronika Tewas Dibacok Pria Bejat yang Mengajaknya Berhubungan Badan

loading...
Jaga Kehormatan Sebagai Istri, Veronika Tewas Dibacok Pria Bejat yang Mengajaknya Berhubungan Badan
Seorang ibu rumah tangga, Veronika Alus (27), warga kampung Lagur, Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas dengan sejumlah luka bacok di tubuhnya. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
MANGGARAI - Seorang ibu rumah tangga, Veronika Alus (27), warga kampung Lagur, Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas dengan sejumlah luka bacok di tubuhnya. Veronika tewas setelah menolak ajakan Yohanes Mahe (25), pria bejat yang mengajaknya berhubungan badan.

Saat ditemukan pertama kali oleh warga, tubuh Veronika yang tak berbusana bersimbah darah pada Jumat 1 November 2019. Sedangkan pelaku Yohanes langsung menyerahkan diri ke polisi setelah membunuh Veronika secara sadis.

Informasi dari Tim Humas Polres Manggarai, pelaku pembunuhan dan korban saling mengenal, rumah mereka hanya berjarak sekitar 20 meter. Pelaku membunuh korban karena menolak ajakan bersetubuh.



Kejadian bermula saat korban sedang mandi di sungai Lagur sekitar pukul 14.30 WIB. Pelaku yang memiliki perasaan kepada korban diam-diam mengikuti .

Berselang 10 menit kemudian, setelah korban selesai mandi pelaku pun menghampiri. Melihat pelaku yang datang mendekat, spontan korban bertanya, "nana ngo nia hau ?" (Kamu mau ke mana?).

Pelaku pun menjawab, "aku ngoeng hau" (Saya menyukai kamu). Mendengar pernyataan pelaku, seketika itu korban menolak.

"Aku manga rona, toe di'a pande dehau, aku ciek tong" (Saya sudah memiliki suami, tidak baik seperti itu. Saya berteriak nanti),” jawab korban

Mendengar jawaban tersebut, pelaku langsung memegang tangan kiri korban, menarik dan memaksa untuk berhubungan badan. Sontak korban berteriak dan berusaha melepaskan cengkraman tangan pelaku.

Melihat korban melawan dan berteriak, pelaku panik dan langsung mengeluarkan sebilah parang dari sarung dan membacok pundak kiri korban. Namun, korban sempat menghindar.

Kemudian pelaku langsung membacok punggung kiri korban, korban pun berusaha melarikan diri. Saat berusaha melarikan diri keluar dari kali menuju persawahan, pelaku kemudian membacok lagi lengan kiri korban, sambil mengejar korban.

Setelah tiba di tempat yang datar, pelaku kemudian memukul kaki korban menggunakan kayu hinggah terjatuh. Selanjutnya pelaku memukul bagian kepala korban secara berulang-ulang kali hingga korban meregang nyawa.

Melihat tubuh korban sudah tidak bergerak, pelaku pun panik dan kembali menuju kali untuk membersihkan parang dan kayu yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Setelah itu pelaku menuju rumahnya dan menyerahkan diri ke Polres Manggarai.

Petugas Polres Manggarai pun langsung mengamankan pelaku dan Unit Identifikasi berangkat menuju lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara.

Selanjutnya korban di bawa ke RS Santo Rafael Cancar untuk diautopsi, kemudian dibawa ke rumah duka dengan kawalan aparat kepolisian. Agar tidak menimbulkan kemarahan keluarga, petugas Polres Manggarai menyampaikan bahwa pelaku sudah menyerahkan diri dan diamankan.

Kapolres Manggarai AKBP Cliffry Steiny Lapian menyampikan kepada keluarga korban serta masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan mempercayakan kepada kepolisian menanganani kasus ini. Kepolisian sudah mengamankan sejumlah barang bukti, yakni sebilah parang beserta sarungnya dan sepotong kayu yang digunakan saat menghabisi nyawa korban.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak