alexametrics

Jembatan Hancur Diterjang Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh

loading...
Jembatan Hancur Diterjang Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh
Sebuah jembatan penghubung antarakecamatan Pante Cermen dengan Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Kamis 31 Oktober 2019, ambruk diterjang banjir. (Ist)
A+ A-
BANDA ACEH - Sebuah jembatan penghubung antarakecamatan Pante Cermen dengan Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Kamis 31 Oktober 2019, ambruk diterjang banjir. Akibatnya, jalur tranfortasi antar kedua kecamatan tersebut lumpuh.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Sunawardi menuturkan, ambruknya jembatan tersebut diakibatkan tingginya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Aceh Barat beberapa hari terakhir.

"Sehingga debit airnya naik yang mengakibatkan banjir, dan juga satu unit jembatan ambruk akibat terkikisnya abonemen oleh arus air sungai yang deras," jelas Sunawardi, Jumat (1/11/2019).



Akibat ambruknya jembatan tersebut, masyarakat saat ini tidak bisa lagi mengakses jembatan yang selama ini menjadi penghubung antara kedua kecamatan untuk menuju desa tetangga.

Selain mengakibatkan ambruknya satu unit jembatan, banjir juga mengakibatkan tergenangnya sejumlah pemukiman warga di Aceh Barat

Menurut data yang dirilis BPBD Aceh Barat, keempat kecamatan yang terdampak banjir diantanya: Kecamatan Arongan Lambalek, Johan Pahlawan, Mereubo dan Kaway. Sementara jumlah korban terdampak banjir hingga saat ini masih dalam pendataan petugas di lapangan.

Di Kecamatan Arongan Lambalek, banjir yang melanda Desa Gunong Pulo berdampak terhadap 106 kepala keluarga (KK) yang berjumlah 360 jiwa. Sebagian warga dari Gampong Gunong Pulo sudah mengungsi ke tempat saudaranya di desa tetangga. "BPBD Aceh Barat telah membangun tenda untuk warga yang mengungsi akibat rumahnya terendam banjir," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak