alexametrics

Bolos dan Main Game Online, 14 Pelajar Digiring Satpol PP

loading...
Bolos dan Main Game Online, 14 Pelajar Digiring Satpol PP
Bolos sekolah dan main game online, sebanyak 14 pelajar dari sejumlah sekolah di Pangkalan Bun ditangkap petugas Satpol PP, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng. iNews TV/Sigit
A+ A-
KOTAWARINGIN BARAT - Bolos sekolah dan main game online, sebanyak 14 pelajar dari sejumlah sekolah di Pangkalan Bun ditangkap petugas Satpol PP, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng.

Para pelajar tersebut ditangkap disebuah warung internet (warnet) Jalan Singamaruta, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Rabu (30/10/2019) sekira pukul 09.00 WIB.

Kasi Ketentraman Masyarakat, Satpol PP Kotawaringin Barat (Kobar) Selamet Riyanto menjelaskan, berawal dari laporan seorang guru kr markas Satpol PP Kobar bahwa ada anak didiknya yang bolos sekolah dan justru main game online di sebuah warnet sekira pukul 08.00 WIB. "Atas laporan tersebut regu 6 danton 2 langsung melucur ke lokasi," ujar Slamet di markas Satpol PP Kobar sambil menginterogasi belasan pelajar tersebut.



Dikatakan, saat petugas sampai dilokasi ditemukan 14 pelajar dari sejumlah sekolah yakni SMK Putra, SMAN 2, SMPN 4, MAN 1 Tarmili, SMKN 4, dan SMP PGRI. Mereka di antaranya, AP (18), MS (16), SR (17), SM (16), MR (16), RH (16), RY (18), RF (14), SR (18), SM (16), RR (17), YM (16), NN (16), dan YS (16). “Saat ditangkap mereka sedang asyik main internet dan game onlien sambil merokok,” lanjutnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya satu bungkus rokok dan korek gas dan sejumlah hape para pelajar. "Jadi ini masih kita amankan di markas Satpol PP sambil menunggu para orangtua dan gurunya. Nanti akan kita buatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi dan ditanda tangani oleh kedua orangtua," ujarnya.

Sementara itu, seorang pelajar MS mengaku bolos sekolah dan main di warnet lantaran dirinya telat masuk sekolah dan gerbang sekolah sudah tutup. "Karena kalo telat masuk pasti gerbang sekolah sudah ditutup, jadi akhirnya saya balik kanan dan menuju warnet. Kalau balik kerumah takut dimarahi orangtua," ujar MS.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak