alexametrics

385 Pengungsi Ingin Kembali ke Wamena Papua

loading...
385 Pengungsi Ingin Kembali ke Wamena Papua
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto saat bersama para pengungsi. Foto Pendam Cenderawasih
A+ A-
JAYAPURA - Pasca-kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo bersama rombongan ke Wamena, Papua sebanyak 385 orang pengungsi menyatakan keinginannya untuk kembali ke daerah tersebut . Menteri Sosial Juliari P Batubara hari ini Selasa (29/10/2019) meminta bantuan dukungan Pesawat Hercules kepada Panglima TNI dalam rangka mendukung warga Wamena yang masih mengungsi untuk kembali ke daerah tersebut.

Menanggapi hal tersebut Panglima TNI Masekal Hadi Tjahyanto meminta Kodam XVII/Cenderawasih dan Lanud Silas Papare untuk membantu menyediakan pesawat Hercules tersebut.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto membenarkan adanya permintaan dari Mabes TNI untuk menyediakan pesawat Hercules selama 3 hari.



"Pesawat Hercules ini untuk membantu para pengungsi yang ingin kembali ke Wamena. Mungkin dengan melihat Wamena yang sudah aman dan kondusif, warga yang mengungsi ingin kembali. Untuk membantu mengembalikan perekonomian di Wamena,” tambahnya.

Kapendam juga menegaskan, Kodam XVII/Cenderawasih bersama Lanud Silas Papare akan berupaya untuk membantu warga yang ingin kembali ke Wamena, dengan menyediakan pesawat Hercules yang akan digunakan untuk mengangkut warga tersebut. “Kita dari TNI akan membantu warga pengungsi yang ingin kembali lagi ke Wamena,” pungkas Kapendam.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, kehadiran Presiden RI ke Wamena untuk memastikan situasi telah aman dan kondusif. Dalam kunjungan ini Presiden juga memerintahkan agar dalam waktu dua minggu Pasar Woma sudah harus selesai dibangun. Pada kunjungan ini Presiden juga memerintahkan pihak PUPR agar bersama masyarakat melakukan pembangunan dan perbaikan secara swakelola.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak