alexametrics

Ini Penyebab Musim Hujan Mundur Jadi Awal November

loading...
Ini Penyebab Musim Hujan Mundur Jadi Awal November
Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Kenten Palembang Nandang Pangaribowo. SINDOnews/Berli Zulkanedy
A+ A-
PALEMBANG - Musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) pada awalnya diprediksi masuk pada Oktober, namun ada beberapa faktor sehingga mundur pada awal November.

Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Klas I Kenten Palembang, Nandang Pangaribowo mengatakan, musim hujan di Sumsel mundur akibat dipengaruhi faktor aktivitas badai di Samudera Pasifik dan kondisi saat awal kemarau.

"Karena awal kemarau lalu mundur, jadi awal musim hujan juga ikut mundur," ujar Nandang, Jumat 24 Oktober 2019. Menurut dia perkiraan sebelumnya musim hujan mulai pada Dasarian (10 hari) ketiga Oktober, tetapi hujan diprediksi baru akan mulai terjadi pada Dasarian kedua November.



Aktivitas badai di Samudera Pasifik yang menarik massa udara ke arah badai menjadi salah satu penyebab. Jadi massa udara di Indonesia menjadi berkurang dan tidak cukup membentuk awan hujan.

Dia menjelaskan secara umum Sumsel sudah mendekati masa peralihan musim, jadi dalam beberapa pekan ke depan intensitas hujan di Sumsel sudah meningkat, terutama di Kota Palembang

"Tetapi jika terjadi tekanan rendah di Laut China Selatan, maka massa udara mengarah ke Indonesia dan berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan," terangnya.

Dia menambahkan, belum adanya hujan saat ini harus tetap diantisipasi karena kekeringan di wilayah lahan gambut akan terus memunculkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih panjang.

Selain itu pergerakan matahari yang sedang mengarah ke bumi bagian selatan juga membuat suhu udara Sumsel menjadi lebih panas dan kering mencapai 36,2 derajat celcius.

"Suhu maksimum di Sumsel tercatat pernah mencapai 37,2 derajat celcius pada November 2015. Sedangkan sampai Oktober 2019 ini suhu maksimum Sumsel mencapai 36,2 derajat celcius, keduanya masih kategori normal," tutupnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak