alexametrics

Warga Rusia Divonis 7 Tahun di Bali, Terbukti Bersalah Pesan Narkoba Via Online

loading...
Warga Rusia Divonis 7 Tahun di Bali, Terbukti Bersalah Pesan Narkoba Via Online
Andrei Spiridonov (36), warga negara Rusia dijatuhi hukuman 7 tahun oleh Pengadilan Negeri Denpasar, Bali. Dia terbukti bersalah memesan narkoba secara online. Foto/SINDOnews/Miftachul Chusna
A+ A-
DENPASAR - Andrei Spiridonov (36), warga negara Rusia dijatuhi hukuman 7 tahun oleh Pengadilan Negeri Denpasar, Bali. Dia terbukti bersalah memesan narkoba secara online.

Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa berupa 10 tahun penjara. "Perbuatan terdakwa mencoreng citra Bali sebagai daerah tujuan wisata," kata ketua majelis hakim Dewa Budi Watsara, Rabu (23/102019). (Baca juga: Warga Rusia Pengedar Hasis di Kuta Bali Ditangkap)

Dalam putusannya, hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memiliki narkotika golongan I sebagaimana diatur dalam pasal 111 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain hukuman penjara, Andrei juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp800 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar, maka hukumannya ditambah lima bulan. (Baca juga: Perampokan di Bali, 1 Warga Rusia Ditembak Mati, 4 Pelaku Kabur)



Andrei ditangkap saat mengambil kiriman paket di Kantor Pos Renon Denpasar, 23 April 2019. Paket itu berisi potongan batang tanaman berwarna ungu mengandung sediaan narkotika jenis N, N-Dimethyltryptamine (DMT) seberat 200 gram netto.

Terdakwa memesan narkotika itu dari Belanda melalui internet seharga USD197. Pembayaran dilakukan dengan cara transfer lewat kartu kredit milik terdakwa. (Baca juga: Wisatawan Rusia Ditemukan Linglung di Ubud Bali, Diduga Kehabisan Uang)

Menanggapi vonis hakim, Andrei yang tidak didampingi pengacara menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding. Sikap serupa dilakukan jaksa Made Dipa Umbara.
DENPASAR - Andrei Spiridonov (36), warga negara Rusia dijatuhi hukuman 7 tahun oleh Pengadilan Negeri Denpasar, Bali. Dia terbukti bersalah memesan narkoba secara online.

Vonis hakim
lebih ringan dari tuntutan jaksa berupa 10 tahun penjara. "Perbuatan terdakwa mencoreng citra Bali sebagai daerah tujuan wisata," kata ketua majelis hakim Dewa Budi Watsara, Rabu (23/102019).

Dalam putusannya, hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memiliki narkotika golongan I sebagaimana diatur dalam pasal 111 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain hukuman penjara, Andrei juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp800 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar, maka hukumannya ditambah lima bulan. (Baca juga: Duh, Bule Rusia Cantik Sembunyikan Kokain dalam Celana Dalam)

Andrei ditangkap saat mengambil kiriman paket di Kantor Pos Renon Denpasar, 23 April 2019. Paket itu berisi potongan batang tanaman berwarna ungu mengandung sediaan narkotik jenis N, N-Dimethyltryptamine (DMT) seberat 200 gram netto.

Terdakwa memesan narkotika itu dari Belanda melalui internet seharga USD197. Pembayaran dilakukan dengan cara transfer lewat kartu kredit milik terdakwa. (Baca juga: Warga Rusia Penyelundup Orangutan Divonis 1 Tahun Penjara)

Menanggapi vonis hakim, Andrei yang tidak didampingi pengacara menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding. Sikap serupa dilakukan jaksa Made Dipa Umbara. (Baca juga: Warga Rusia Telan 63 Kapsul Hasis)
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak