alexametrics

Gunung Tangkubanparahu Dibuka Kembali, Wisatawan Mulai Berdatangan

loading...
Gunung Tangkubanparahu Dibuka Kembali, Wisatawan Mulai Berdatangan
Beberapa wisatawan berfoto di Kawah Ratu, TWA Gunung Tangkubanparahu, Selasa (22/10/2019). SINDOnews/Adi Haryanto B
A+ A-
BANDUNG BARAT - Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkubanparahu, Lembang, Jawa Barat, kembali dibuka setelah hampir tiga bulan 'mati suri' akibat erupsi. Terlihat kunjungan wisatawan dan aktivitas kehidupan pedagang bergairah kembali.

"Alhamdulillah kami hari ini sudah beroperasi normal kembali. Loket kunjungan sudah dibuka sejak Senin pagi dan sepanjang hari kemarin ada sekitar 400-500 pengunjung yang datang," kata Direktur Utama PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) Putra Kaban, Selasa (22/10/2019).

Gunung Tangkubanparahu dibuka kembali seiring keluarnya keterangan resmi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menurunkan status Gunung Tangkubanparahu dari waspada (level II) menjadi normal (level I). PT Graha Rani Putra Persada selaku Pengelola TWA Gunung Tangkubanparahu langsung bergerak cepat dengan membuka loket kunjungan bagi wisatawan sejak Senin (21/10/2019).



"Kami terus berbenah agar di atas lebih bagus, tetap terjaga kebersihannya, keamanannya, lingkungannya. Termasuk berjaga-jaga karena sebentar lagi masuk musim hujan," tandas Putra Kaban.

Seorang pedagang buah strawberry, Dadang (37) mengaku bersyukur Gunung Tangkubanparahu kembali normal dan dibuka lagi untuk umum. Dirinya pun bisa kembali berjualan dengan 1.200 pedagang lainnya yang selama Gunung Tangkubanparahu ditutup sebagian besar tidak berjualan.

"Selama ini ditutup saya jualan berpindah-pindah tempat seperti di Grafika, Cikole. Cuma kalau di sana sehari paling laku 50 bungkus tapi kalau di Tangkubanparahu sehari bisa laku sekitar 100 bungkus dengan harga relatif lebih tinggi," tuturnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak