Ini Alasan KPU Pilih Gelar Simulasi Pemungutan Suara Pilkada di Kota Depok

Sabtu, 07 September 2024 - 13:28 WIB
loading...
Ini Alasan KPU Pilih...
Ketua Divisi Teknik KPU Idham Holik memberikan keterangan kepada awak media di sela simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pilkada 2024 di Lapangan Sepakbola Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu (7/9/2024). FOTO/SINDOnews/BINTI MUFARIDA
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengungkap alasannya memilih Kota Depok, Jawa Barat untuk menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) 2024 . Depok menjadi salah satu wilayah urban dengan populasi pemilih yang cukup padat.

"Depok ini salah satu wilayah urban dengan populasi pemilih cukup padat," kata Ketua Divisi Teknik KPU Idham Holik kepada awak media di Lapangan Sepakbola Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu (7/9/2024).

Idham menjelaskan pihaknya ingin mengetahui sejauh mana penyelenggaraan pemungutan suara di wilayah urban, seperti halnya Depok. "Dan kami juga ingin mengetahui sampai sejauh mana penyelenggaraan pemungutan suara di wilayah urban," katanya.



Dia mengatakan pihaknya telah memiliki beberapa klasifikasi dalam proses pemungutan suara mulai dari wilayah urban, pedesaan, bahkan juga kategori lainnya. Penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara pada November 2024 mendatang akan terselenggara dengan matang.

"Karena nanti kami punya beberapa klasifikasi, pada wilayah urban, ada wilayah pedesaan dan ada banyak kategori lainnya karena kami menyelenggarakan kegiatan simulasi tidak hanya satu," katanya.

Idham mengatakan simulasi pemungutan suara untuk Pilkada kali ini bertujuan untuk mengukur efektivitas dan efisiensi penyelenggaran pemungutan suara dan sampai sejauh mana tingkat akurasi petugas Kelompok Petugas Pemungutan Suara (KPPS) dalam mengadministrasikan hasil pemungutan suara. Bahkan, kata Idham, catatan dari evaluasi simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang diselenggarakan kali ini akan dipresentasikan dalam rapat konsultasi dengan DPR.

"Catatannya mungkin nanti malam kita baru ketahui. Dan seperti yang pernah kami lakukan dalam pemilu serentak 2024 yang lalu hasil simulasi kami presentasikan dalam rapat konsultasi di DPR," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Rekomendasi
AEF/MANTENA Cup Jadi...
AEF/MANTENA Cup Jadi Ajang Persiapan Atlet Berkuda Indonesia Menuju Asian Games 2026
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Berita Terkini
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved