alexametrics

Polisi Pukul Mundur Mahasiswa yang Berusaha Terobos Barikade di Mapolda Sultra

loading...
Polisi Pukul Mundur Mahasiswa yang Berusaha Terobos Barikade di Mapolda Sultra
Unjuk rasa menuntut pengungkapan kasus penembakan dua mahasiswa Universitas Halu Oleo di halaman Markas Polda Sulawesi Tenggara berlangsung ricuh, Kamis siang (17/10/2019). Foto iNews TV/Rahmat B
A+ A-
KENDARI - Unjuk rasa menuntut pengungkapan kasus penembakan dua mahasiswa Universitas Halu Oleo di halaman Markas Polda Sulawesi Tenggara berlangsung ricuh, Kamis siang (17/10/2019). Kericuhan bermula saat pengunjuk rasa terlibat aksi saling dorong dengan berusaha menerobos barisan barikade kepolisian. Mahasiswa meminta polisi segera menuntaskan dan menetapkan tersangka penembakan dua mahasiswa saat berunjuk rasa di kantor DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis 26 September 2019 lalu.

Kericuhan yang diwarnai hujan batu seketika terjadi saat ratusan pengunjuk rasa gagal menerobos barisan barikade aparat kepolisian yang berjaga di halaman pintu masuk Mapolda Sulawesi Tenggara.

Meski gagal menerobos barisan polisi ratusan mahasiswa tetap ngotot untuk masuk bertemu Kapolda hingga kericuhanpun terjadi, aksi saling dorongpun tidak terhindarkan. Menghindari terjadinya benturan fisik berkepanjangan beberapa petugas dengan cepat melakukan negosiasi ke perwakilan demonstran.



Dalam orasinya demonstran meminta Polisi segera mengungkap secepatnya terkait tewasnya dua mahasiswa dalam aksi demo di Kendari.

Saat menemui ratusan mahasiswa Kepala Biro Provos Mabes Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo mengatakan, ke enam personel yang melanggar prosedur pengamanan unjuk rasa Kamis pagi (17/10/2019) telah menjalani sidang disiplin. Sementara itu pihaknya telah mengirim selonsong peluru ke Belanda dan Australia
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak