alexametrics

Gara-gara Bola, Siswa SD di Palembang Dapat Kekerasan Fisik dari Guru

loading...
Gara-gara Bola, Siswa SD di Palembang Dapat Kekerasan Fisik dari Guru
MI yang bertempat tinggal di Jalan Silaberanti RT 29 Kecamatan Jakabaring, Palembang, anak dari pasangan suami istri Ajmi (55) dan Aliya (50). (Foto/Dede Febriansyah)
A+ A-
PALEMBANG - Aksi kekerasan terhadap murid di sekolah terulang kembali, Kali ini, MI (12), seorang siswa Sekolah Dasar Negeri di Palembang yang masih duduk di Kelas V ini diduga mendapatkan kekerasan fisik oleh oknum guru hingga mengalami luka lebam di pipi dan luka di bagian bibir dalam.

MI yang bertempat tinggal di Jalan Silaberanti RT 29 Kecamatan Jakabaring Palembang ini merupakan anak dari pasangan suami istri Ajmi (55) dan Aliya (50) mendapatkan kekerasan fisik karena di gampar oleh oknum guru yakni AI yang mengajar disekolah tersebut.

Menurut keterangan korban MI ,saat kejadian berawal dari bermain bola antar siswa kelas lima A dan kelas lima B, dan terjadilah saling olok. Lalu salah satu murid kelas Lima B mengadukan ke guru tersebut.



Sebagai wali murid guru kelas lima B tersebut tersinggung dan menghampiri korban. Dengan bertanya apa maksud olokan IM kepada siswanya. Tapi IM pun tak berani menjawab hingga sang guru langsung menggampar IM sampai ke dalam kelas.

Usai melakukan pemukulan terhadap IM, guru tersebut mengancam agar permasalah ini jangan sampai diberi tahu kepada siapa pun termasuk orang tuanya. Mendengar kabar anaknya mendapat perlakuan tindak kekerasan dari sang guru, membuat orang tua korban, Ajmi, tidak terima.

Namun pihaknya belum membawa kasus kekerasan oknum guru itu ke pihak berwajib. "Saya selaku orang tua masih menunggu itikad baik guru itu. Seandainya dia mendatangi kami untuk memintak maaf akan kami terima, walaupun anak saya trauma apa yang sudah dialaminya sekarang" ujarnya saat SINDOnews menyambangi di kediamannya, Rabu (16/10/2019).

Sementara itu, saat mencoba mengkonfirmasi permasalahan tersebut, hingga saat ini belum ada satu pun pihak sekolah yang bersedia memberikan pernyataan dikarenakan sekolah dalam keadaan libur dikarenakan kabut asap.

"Nanti saja pak, tunggu Kepala Sekolah saja karna saya hanya guru piket tidak berani menyampaikan apa yang bapak tanya," ujar guru piket SD Negeri 87 Plaju yang enggan menyebutkan namanya ini.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak