alexametrics

Lembaga Pendidikan di Pangandaran Harus Selektif Rekrut Pengajar

loading...
Lembaga Pendidikan di Pangandaran Harus Selektif Rekrut Pengajar
Untuk mencegah terjadinya kekerasan pada anak seperti seks menyimpang yang kerap terjadi anak di bawah umur, Kementrian Agama Pangandaran mengimbau kepada lembaga pendidikan selektif saat merekrut tenaga pengajar. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
PANGANDARAN - Untuk mencegah terjadinya kekerasan pada anak seperti seks menyimpang yang kerap terjadi anak di bawah umur, Kementrian Agama Pangandaran mengimbau kepada lembaga pendidikan selektif saat merekrut tenaga pengajar.

Kepala Kantor Kementrian Agama Pangandaran Cece Hidayat mengatakan, tidak dipungkiri, kasus kekerasan terhadap anak yang salahsatunya adalah prilaku seks menyimpang sering terjadi di beberapa lembaga pendidikan baik formal atau non formal. "Untuk itu pengelola lembaga pendidikan harus ekstra selektif memberdayakan tenaga pengajar," kata Cece.

Cece menambahkan, peran orang tua sangat penting dalam menjaga anak, begitu pun lembaga pendidikan baik formal atau non formal memiliki tanggung jawab dan menjaga kepercayaan orang tua peserta didik. "Jangan sampai kepercayaan masyarakat kepada lembaga pendidikan formal dan non formal menurun karena ada oknum pengajar yang memiliki kelainan," tambahnya.



Dijelaskan Cece, masa anak-anak adalah masa emas yang sangat aktif. Biasanya anak senang dengan, hiburan dan dunia permainan. "Jangan sampai masa anak tersebut disalahgunakan oleh oknum pengajar untuk melakukan kekerasan atau seks menyimpang," jelas Cece.

Anak biasanya pemikirannya belum memiliki pendirian atau labil juga identik menuruti orang dewasa, masa tersebut jangan sampai disalahgunakan. "Saat ini kami gencar menggelar sosialisasi akan pentingnya melindungi anak agar tidak jadi korban kekerasan dan seks menyimpang melalui sejumlah forum pertemuan," terangnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak