Cegah Bullying, RS Bhayangkara Gelar Seminar di Ponpes Al Hamid Cilangkap Jaktim
Rabu, 04 September 2024 - 16:42 WIB
loading...
Tim RS Bhayangkara Tingkat 1 Pusdokkes Polri menggelar seminar anti Bullying, di Pondok Pesantren Al Hamid Cilangkap, Cipayung, Jaktim, Rabu (4/9/2024). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Upaya antisipasi dan mencegah aksi perundungan (bullying) di antara siswa di sekolah atau pondok pesantren harus terus dilakukan. Tim RS Bhayangkara Tingkat 1 Pusdokkes Polri pun turut peduli untuk mencegah aksi bullying tersebut.
Kepedulian ini dilakukan dengan menggelar seminar anti Bullying, di Pondok Pesantren Al Hamid Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (4/9/2024).
Waka RS Bhayangkara Tingkat 1 Pusdokkes Polri, Kombes Pol Erwinn Zainul Hakim mengatakan, pihaknya langsung memberikan empowering atau penguatan kepada komponen sekolah.
"Mulai dari yayasan, guru, dan siswa agar memiliki pemahaman yang benar terkait bullying dan anti bullying, yang mampu memberikan mitigasi di hulu, sehingga ke depan kasus Bullying akan tereduksi dan tidak terjadi lagi," kata Kombes Erwinn.
"Melalui program official hospital anti bullying langsung ke siswa dan komponen sekolah ini, diharapkan kasus bullying berkurang dan bisa menjadikan Indonesia dalam kondisi zero Bullying," tambahnya.
Dijelaskan Erwinn, untuk membantu proses edukasi, mitigasi, dan pemahaman bullying agar bisa diterima langsung oleh siswa, Tim RS Bhayangkara Tingkat 1 Pusdokkes Polri membuat Program Official Hospital Anti Bullying ini semenarik mungkin.
"Dengan melakukan permainan atau games berhadiah, di balik kegiatan toturial terkait masalah bullying tersebut," ucapnya.
Kepedulian ini dilakukan dengan menggelar seminar anti Bullying, di Pondok Pesantren Al Hamid Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (4/9/2024).
Waka RS Bhayangkara Tingkat 1 Pusdokkes Polri, Kombes Pol Erwinn Zainul Hakim mengatakan, pihaknya langsung memberikan empowering atau penguatan kepada komponen sekolah.
"Mulai dari yayasan, guru, dan siswa agar memiliki pemahaman yang benar terkait bullying dan anti bullying, yang mampu memberikan mitigasi di hulu, sehingga ke depan kasus Bullying akan tereduksi dan tidak terjadi lagi," kata Kombes Erwinn.
"Melalui program official hospital anti bullying langsung ke siswa dan komponen sekolah ini, diharapkan kasus bullying berkurang dan bisa menjadikan Indonesia dalam kondisi zero Bullying," tambahnya.
Dijelaskan Erwinn, untuk membantu proses edukasi, mitigasi, dan pemahaman bullying agar bisa diterima langsung oleh siswa, Tim RS Bhayangkara Tingkat 1 Pusdokkes Polri membuat Program Official Hospital Anti Bullying ini semenarik mungkin.
"Dengan melakukan permainan atau games berhadiah, di balik kegiatan toturial terkait masalah bullying tersebut," ucapnya.
Lihat Juga :