alexametrics

Kelola Limbah Batok Kelapa, Warga Pangandaran Raup Puluhan Juta

loading...
Kelola Limbah Batok Kelapa, Warga Pangandaran Raup Puluhan Juta
Salah satu warga Pangandaran Asep Ali Imron berhasil mengelola limbah batok kelapa menjadi barang antik yang bernilai. SINDOnews/Syamsul
A+ A-
PANGANDARAN - Salah satu warga Pangandaran Asep Ali Imron berhasil mengelola limbah batok kelapa menjadi barang antik yang bernilai.

Pada umumnya, limbah batok kelapa dianggap sebagai barang tidak berguna dan dimusnahkan dengan cara dibakar. "Rata-rata pemanfaatan limbah batok kelapa dibuat arang batok untuk bahan bakar seperti membuat sate," kata Asep.

Dari kemonotonan pemanfaatan limbah batok kelapa tersebut Asep memiliki keinginan agar bisa bernilai dan bisa menjadi barang yang digunakan oleh masyarakat.



"Latar belakang pendidikan saya seni rupa, dari modal tersebut limbah batok kelapa saya buat menjadi barang kebutuhan rumah tangga," tambahnya.

Asep menjelaskan, keberadaan pohon kelapa di Kabupaten Pangandaran sangat banyak, dari potensi tersebut maka masyarakat memilih membuat prodak yang bahan baku dari pohon kelapa. "Saya menekuni usaha pengolahan limbah batok kelapa sejak tahun 2013," papar Asep.

Prodak yang dibuat oleh Asep diantaranya teko wadah air minum dan cangkir juga hiasan untuk dinding. "Walau pun bahan dasar limbah batok kelapa yang dinilai sebagai barang tidak berguna, saya berhasil mendapat keuntungan rata-rata Rp10 juta tiap bulan," jelasnya.

Asep menerangkan, kesadaran masyarakat memanfaatkan potensi yang ada masih kurang maksimal, untuk itu Asep berpesan masyarakat harus cerdas melakukan pemanfaatan limbah agar memiliki nilai ekonomi.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak