alexametrics

Bantah Ajarkan Radikalisme, Mathla'ul Anwar Minta Kasus Penusukan Wiranto Diusut Tuntas

loading...
Bantah Ajarkan Radikalisme, Mathlaul Anwar Minta Kasus Penusukan Wiranto Diusut Tuntas
Bantah Ajarkan Radikalisme, Mathla'ul Anwar Minta Kasus Penusukan Wiranto Diusut Tuntas.Foto/SINDOnews/Rasyid Ridho
A+ A-
SERANG - Ketua Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PB MA), Ahmad Sadeli Karim menegaskan, organisasinya tidak pernah mengajarkan paham-paham yang bertentangan dengan hukum di NKRI seperti radikalisme dan terorisme.

"Mathla'ul Anwar adalah organisasi yang fokus berdakwah, tidak pernah mengajarkan paham radikalisme atau ekstrimisme," kata Sadeli Karim kepada wartawan di Kota Serang, Minggu 13/10/2019).

Sadeli menjelaskan, MA dalam aktivitas berorganisasi selalu memegang teguh prinsip-prinsip Alquran dan Assunnah, bersatu dalam aqidah, berjamaah dalam ibadah, toleran dalam ibadah. "MA bersikap tegas terhadap bid'ah, bersama membangun masyarakat dengan pemerintah," ujarnya.



Pihaknya mendesak aparat keamanan mengusut tuntas peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto oleh Syahrial Alamsyah alias Abu Rara dan istrinya Fitri Andriani binti Sunarto di alun-alun Menes, Pandeglang, usai menghadiri peresmian gedung baru Kampus Universitas Mathla'ul Anwar.

"Bagi Mathla'ul Anwar, pengusutan secara tuntas dan transparan agar tidak menjadi fitnah bagi kami maupun umat Islam pada umumnya," tegasnya.

PB MA, kata Sadeli, mengutuk serta tidak membenarkan perbuatan tersebut atas agumen apapun. "Penusukan yang dialami Pak Wiranto adalah bentuk kejahatan yang tidak bisa dibenarkan dengan dalih apapun," tandasnya.
(saz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak