alexametrics

Ini Kronologis Ibu Habisi Anak Kandung Melalui 5 Pembunuh Bayaran

loading...
Ini Kronologis Ibu Habisi Anak Kandung Melalui 5 Pembunuh Bayaran
Petugas Satreskrim Polres Indramayu, Jawa Barat menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan seorang ibu terhadap anak kandungnya sendiri dengan cara menyewa pembunuh bayaran, Jumat (11/10/2019) siang. iNews TV/Toiskandar
A+ A-
INDRAMAYU - Petugas Satreskrim Polres Indramayu, Jawa Barat menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan seorang ibu terhadap anak kandungnya sendiri dengan cara menyewa pembunuh bayaran, Jumat (11/10/2019) siang. Dalam rekonstruksi tersebut, sedikitnya terdapat 24 adegan diperagakan mulai dari sang ibu membayar paranormal hingga menghabisi korban di sebuah hutan.

Satu persatu adegan rekonstruksi kasus pembunuhan seorang ibu terhadap anak kandungnya sendiri dengan menyewa 5 pembunuh pembayaran dilakukan di sebuah hutan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (11/10/2019) siang. Adegan pertama dimulai dari sang ibu yakni Darinih yang merupakan otak pembunuhan berencana mendatangi seorang paranormal bernama Iing di sebuah padepokan.

Kemudian, Iing memanggil 4 eksekutor lainnya yakni WN, WD, PJ dan BJ untuk berencana menghabisi korban di sebuah hutan lindung Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Setelah lima eksekutor bertemu dengan korban di sebuah warung di kawasan Desa Terisi, korban pun kemudian dibawa ke hutan untuk dihabisi.



Setelah masuk ke hutan, barulah korban yakni Carudin dihabisi dengan bacokan dua golok dan batu, Korban pun tewas di tempat dengan luka sangat parah di bagian kepala. Setelah itu, korban dibawa ke dekat sungai untuk ditutupi dengan dedaunan kering.

Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Suseno Adi Wibowo mengatakan peristiwa penemuan mayat di hutan lindung tersebut pertama kali diketahui oleh seorang pencari madu yang membawa anjing.

Anjing tersebut menggonggong karena setelah menemukan sesosok mayat yang ditutupi dedaunan. "Kemudian, pria tersebut melaporkan ke RT setempat dan melaporkannya kepada pihak kepolisian," ujar Adi.

Hingga kini, Polres Indramayu masih memburu ketiga pelaku eksekutor, termasuk Iing yang merupakan seorang paranormal. Diketahui, iing menerima imbalan sebesar Rp20 juta untuk membunuh korban. Uang tersebut kemudian dibagi-bagi dengan pelaku lainnya.

Sementara itu, mobil korban dititipkan ke salah seorang warga yang kemudian menjadi bukti utama terbongkarnya kasus pembunuhan berencana seorang ibu kandung terhadap anaknya sendiri dengan menyewa pembunuh bayaran tersebut.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak