alexametrics

Reruntuhan Beton Masjid Polresta Palembang Timpa Pekerja, 1 Tewas

loading...
Reruntuhan Beton Masjid Polresta Palembang Timpa Pekerja, 1 Tewas
Reruntuhan beton bangunan Masjid Polresta Palembang menimpa pekerja yang sedang melaksanakan renovasi. Seorang pekerja tewas. Foto/SINDOnews/Dede Febriyansah
A+ A-
PALEMBANG - Reruntuhan beton bangunan Masjid Polresta Palembang menimpa pekerja yang sedang melaksanakan renovasi. Seorang pekerja tewas.

Pekerja bangunan bernama Agus Jumadi (47) yang akrab disapa Pak Gun, warga Kalidoni tewas usai tertimpa dan terjepit salah satu beton Masjid Baitul Mukminin di lingkungan Polresta Palembang yang sedang dirobohkan korban bersama buruh bangunan lainnya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban dengan kondisi luka berat di kepala bagian belakang langsung dilarikan ke RSUD Palembang, namun nyawanya tak terselamatkan.



Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah mengatakan, pihaknya akan memberikan bantuan kepada keluarga yang meninggal.

"Pastinya kita akan memberikan perhatian kepada keluarga korban. Seperti memberikan bantuan pemakaman dan sebagainya," ujarnya, Rabu (9/10/2019)

Didi mengatakan, pembangunan itu merupakan proyek dari Pemerintah Provinsi. Namun untuk hal pekerjaannya itu berada di lingkungan Polresta Palembang.

"Kita ini hanya lingkungannya saja tapi pekerjannya bukan dari Polresta. Itu proyek Pemda hanya tempat saja di sini," tambahnya.

Disinggung tindakan pihak kepolisian terkait adanya perisitiwa meninggalnya seorang buruh pekerja, Kapolresta Palembang mengaku akan melakukan penyidikan kendati secara kronologis pihaknya sudah mendapatkan cerita dari saksi mata di lokasi kejadian.

"Seharusnya lari ke kanan tapi dia lari ke kiri makanya terjadila kecelakaan itu.
Yang jelas kita lakukan penyelidikan supaya tidak berulang lagi. Apakah ada faktor kesengajaan atau tidak," jelasnya
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak