alexametrics

1.145 Pengungsi Wamena Pulang ke Kampung Halaman dengan KM Sinabung

loading...
1.145 Pengungsi Wamena Pulang ke Kampung Halaman dengan KM Sinabung
Sebanyak 1.145 pengungsi Wamena yang berada di sekitar 15 posko di Sentani, Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura diberangkatkan ke daerah asal, Rabu (9/10/2019). iNewsTV/Edy Siswanto
A+ A-
JAYAPURA - Sebanyak 1.145 pengungsi Wamena yang berada di sekitar 15 posko di Sentani, Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura diberangkatkan ke daerah asal, Rabu (9/10/2019). Pemberangkatan ribuan pengungsi ini dilakukan dengan moda transportasi laut menggunakan KM Sinabung, dengan tujuan, Makassar, Bitung Manado, Bau-Bau, Ternate, Tanjung Priuk, dan Tanjung Perak.

Pantauan, sejak pagi, ribuan warga di berbagai posko telah bersiap untuk berangkat ke Pelabuhan Jayapura. Para pengungsi diangkut menggunakan truk dan bus pemerintah daerah menuju pelabuhan.

Data diperoleh, jumlah pengungsi yang diberangkatkan keseluruhan berjumlah 3.041 orang dan akan diberangkatkan bertahap, yakni 1.145 orang pada hari ini, dan sisanya pada Jumat 11 Oktober 2019.



Sapri, pengungsi asal Sulawesi Selatan mengaku senang atas fasilitas pemulangannya oleh pemerintah. Dia mengaku akan kembali ke Wamena jika situasi benar-benar kondusif.

"Ya saya senang, bersyukur karena akhirnya kami pulang. Nanti lihat situasi, kalau sudah benar-benar aman, saya akan kembali,” ucapnya.

Senada dengan Sapri, Kacong begitu nama panggilan warga Madura ini, akan kembali jika Wamena tempat dirinya berjualan kembali kondusif.

"Karena semua masih di sana dan barang-barang semua aman, tidak terbakar saat rusuh. Nanti InsyaAllah saya balik,” katanya.

Rencananya, sekitar pukul 16.00 WIT, kapal KM Sinabung akan berlayar membawa ribuan pengungsi. Warga digratiskan untuk naik ke kapal. Panitia menyiapkan ID Card khusus sebagai ganti tiket kapal bagi para pengungsi.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak