alexametrics

70 Warga Berebut Adopsi Bayi yang Dibuang di Tempat Sampah

loading...
70 Warga Berebut Adopsi Bayi yang Dibuang di Tempat Sampah
Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin saat menjenguk bayi yang ditemukan warga di tempat sampah Perumahan Kota Serang Baru, Cipocok Jaya, Kota Serang di RSUD Banten, Selasa (8/10/2019). Foto/SINDOnews/Rasyid Ridho
A+ A-
SERANG - Bayi perempuan yang ditemukan warga di tempat sampah Perumahan Kota Serang Baru, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang diperebutkan 70 warga yang ingin mengadopsinya.

"Alhmadulillah bayinya dalam kondisi stabil, dan informasinya sudah ada 70 orang yang siap mengadopsi bayi tersebut," ujar Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin saat menjenguk di RSUD Banten, Selasa (8/10/2019).

Dikatakan Subdari, warga yang dapat mengadopsi tersebut diharapkan bisa merawatnya dengan baik. Pemerintah Kota Serang akan menyeleksi para peminat bayi tersebut sesuai standar operasi prosedur (SOP) persyaratan adopsi.



"Pemerintah Kota Serang akan menyeleksi nanti siapa yang kira-kira layak untuk dijadikan orang tua dari sisi kehidupannya betul sudah punya anak atau belum, layak atau tidak untuk mengasuh," kata dia.

Subadri meminta kepada para orang tua agar mampu mendidik anak-anaknya dengan baik. Sehingga kejadian pembuangan bayi di Kota Serang tak terjadi lagi. Para tokoh agama juga berperan penting membina dan memberikan penyuluhan kepada warganya.

"Untuk seluruh warga, khususnya masyarakat Kota Serang agar bersama-sama diawali dari diri sendiri untuk sadar untuk melakukan bahwa larangan apa-apa betapa pentingnya ya dalam hal mendalami agama ya betapa bahayanya, betapa bahayanya seks bebas," ucapnya.

Sementara itu, pihak kepolisan masih melakukan penyelidikan siapa orangrua yang tega membuang bayi yang baru lahir di tempat sampah yang tak jauh dari Puspemkot Serang.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak