alexametrics

Peninggalan Majapahit, Candi Gedog Blitar Diekskavasi Tim BPCB Trowulan

loading...
Peninggalan Majapahit, Candi Gedog Blitar Diekskavasi Tim BPCB Trowulan
Tim BPCB Trowulan, Mojokerto melakukan ekskavasi di situs Candi Gedog Kota Blitar. Foto/SINDOnews/Solichan Arif
A+ A-
BLITAR - Tim Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto akan melakukan ekskavasi di situs Candi Gedog, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar pada 7-11 Oktober 2019 .

Tim yang terdiri dari tujuh orang telah menandai lokasi ekskavasi. Pada titik titik yang dicurigai sebagai kawasan situs. Sejumlah patok penanda ditancapkan yang kemudian dihubungkan satu sama lain dengan seutas benang.

“Metode ekskavasi ini untuk mencari titik titik yang diduga ada data arkeologinya,“ ujar Ketua Tim Ekskavasi Candi Gedog dari BPCB Trowulan, Nugroho Harjo Lukito, Senin (7/10/2019).



Situs Gedog yang juga disebut dalam buku History of Java karya Thomas Stanford Raffles diduga kompleks candi peninggalan era Majapahit.

Ada kepala kala dan batu kuno berelief perempuan yang ditemukan bersama fragmen miniatur candi, batu persegi empat berukir serta batu serupa lumpang kuno yang disinyalir sebagai lingga yoni.

Sejumlah temuan benda purbakala itu mengindikasikan area sawah itu terdapat kompleks candi yang lebih besar. Dalam ekskavasi itu tim BPCB juga melakukan sejumlah penggalian hingga dasar bangunan candi.

Hasil ekskavasi awal akan menjadi dasar apakah ekskavasi total perlu dilakukan atau tidak. Kalaupun dilakukan prosesnya akan bertahap. “Kalau ada potensi cagar budaya akan ditindaklanjuti dengan ekskavasi total secara bertahap sesuai program tahunan, “jelas Nugroho.

Seperti diberitakan, sekitar satu bulan lalu warga menemukan sebuah arca kepala kala di lahan jagung Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Ternyata tidak hanya arca kala. Di lokasi yang sama juga ditemukan benda purbakala lainnya.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak