alexametrics

Dampak Gempa Ambon, 244.780 Warga Mengungsi

loading...
Dampak Gempa Ambon, 244.780 Warga Mengungsi
Pasca-gempa Ambon, sekitar 244.780 warga mengungsi karena tempat tinggalnya mengalami kerusakan. Grafis/Istimewa/BNPB
A+ A-
AMBON - Pasca-gempa Ambon, sekitar 244.780 warga mengungsi karena tempat tinggalnya mengalami kerusakan. Para pengungsi berasal dari Seram Bagian Barat (SBB) 109.661 orang, Maluku Tengah 108.000 orang, dan Kota Ambon 27.119 orang.

“BPBD Provinsi Maluku telah mendirikan dua tenda keluarga di halaman Rumah Sakit Umum Haulussy, Kota Ambon dan RSU Tulehu, Maluku Tengah. Selain itu, pemerintah daerah setempat juga mendistribusikan terpal kepada masyarakat terdampak,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (29/9/2019).

Sementara data kerusakan rumah masih terus dilakukan; data rumah rusak di Kota Ambon berjumlah 374 unit. Dengan rincian 173 rusak ringan (RR), 74 rusak sedang (RS) dan 74 rusak berat (RB). Kerusakan rumah wilayah SBB terdiri dari 31 rusak ringan, 163 rusak sedang, dan 106 rusak berat.



Upaya pendataan di lapangan masih terus dilakukan oleh tim reaksi cepat BPBD Provinsi Maluku. Upaya pendataan salah satunya untuk mengidentifkasi titik-titik pengungsian. Sementara ini titik konsentrasi teridentifikasi di Desa Waai seperti di wilayah Air Terjun Waai, Dusun Ujung Batu dan Batu Dua. Sedangkan di Kota Ambon, penyintas terkonsentrasi di SMA Siliwangi, Kuburan atas SMA 9, dan SMA 9.

Melihat kondisi terkini, beberapa tantangan masih dihadapi dalam penanganan darurat. Salah satunya perlu upaya intensif untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk segera kembali ke rumah masing-masing.

BNPB telah mengirimkan tim pendukung dalam manajemen posko dan dukungan logistik serta peralatan yang telah tiba di Maluku. Di sisi lain, TNI mengoperaasionalkan rumah sakit lapangan di Kampus Darussalam, Maluku Tengah. (Baca juga; Dampak Gempa Bumi di Ambon, 30 Meninggal dan 156 Luka)
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak