alexametrics

Pencurian Modus Hipnotis Resahkan Warga Kerinci

loading...
Pencurian Modus Hipnotis Resahkan Warga Kerinci
Dua pelaku yang diduga melakukan pencurian bermodus hipnotis tertangkap kamera. Foto/Riko Pirmando
A+ A-
KERINCI - Pencurian bermodus hipnotis mulai meresahkan warga di Kerinci, Provinsi Jambi. Dalam tiga hari terakhir sudah ada tiga korban yang diduga dilakukan sepasang pelaku.

Tindak pencurian dengan modus hipnotis ini terjadi di tiga tempat berbeda. Di antaranya, oertama korban merupakan warga Desa Pugu Semurup. Kemudian di Desa Lembang Jaya Tanah Kampung, dan Desa Koto Rendah Siulak.

Informasi yang dihimpun, kejadian ketiga ini terjadi sekira pukul 13.50 WIB, Sabtu (28/9/2019). Korban diketahu bernama Mak Jepi, warga Desa Koto Rendah, Kecamatan Siulak, Kerinci yang memiliki warung di samping masjid.



"Kejadiannya siang tadi, pelaku berhasil mengambil 7 gram emas milik Mak Jepi," ujar Seprial, warga setempat Siulak.

Diakuinya bahwa ciri-ciri diduga pelaku sempat terekam CCTV miliknya saat berhasil melarikan diri. Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat dua pelaku hipnotis yakni perempuan menggunakan baju putih berjilbab biru.

"Yang laki-laki, menggunakan jaket hitam membawa sepeda motor Vario," katanya.

Karenanya, dengan kerentanan menjadi korban gendam tersebut, pihak Kepolisian Resort Kerinci mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak meremehkan situasi di sekitarnya.

"Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal. Apalagi kalau dikasih sesuatu, baik itu barang atau minuman harus waspada," imbau Kasat Reskrim IPTU Toni Hidayat.

Pihaknya juga menyampaikan, agar tidak sekali-kali memberikan identitas diri atau data pribadi kepada orang lain. Hindari lokasi sepi, hindari bermain Hp di pinggiran jalan karena bisa menggundang pelaku kejahatan.

"Jangan memakai perhiasan emas saat keluar dan ke pasar, bisa mengundang kejahatan," ucapnya.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak